Browse By

Tag Archives: Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin

Gerebek Pesta Narkoba, Kurir-Pengedar Ditangkap

Kapolres AKBP Arman  Asmara  saat meng interogasi Vicky (pakai peci hitam) di Mapolres, kemarin.

Urunan untuk Gelar Pesta SS

KRAKSAAN – Agenda pesta sabu-sabu (SS) yang digelar lima pemuda asal sejumlah wilayah di Probolinggo ini,  berantakan. Itu, setelah petugas kepolisian setempat mencium adanya pesta SS itu Selasa (12/9) lalu. Petugas pun lantas mengamankan 5  kawanan yang tengah pesta SS itu. Baca Selengkapnya

No Thumbnail

Merasa Disantet, Todongkan Softgun

Tersangka Sumardi menunjukkan cara menodongkan softgun pada korban Sutrisno. Tujuannya hanya menakut-nakuti

Karena Gatal Tak Kunjung Sembuh

KRAKSAAN – Sakit gatal tak  kunjung sembuh membuat Sumardi, 50, warga Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten  Probolinggo, gelap mata. Dia  menduga sakitnya itu karena santet yang dikirim saudara sepupunya, Sutrisno. Sumardi pun  mengancam Sutrisno dengan  menodongkan softgun.   Baca Selengkapnya

Disasak Truk, Penumpang Bus Terpental

Sedan terjepit truk kontainer di Jalur Pantura, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, kemarin.

Tiga Kendaraan Terlibat Laka

PAJARAKAN – Kecelakaan beruntun  terjadi di Jalur Pantura, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kemarin (6/9), sebuah truk  kontainer menabrak sebuah bus umum dan sebuah sedan. Akibatnya, seorang  penumpang bus sampai terpental.

Syukur, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan sekitar pukul 10.15 WIB itu. Namun, kerugian materi dari tiga kendaraan itu tak dapat dihindari.  Terutama, bagian depan truk kontainer   yang mengalami rusak parah. Baca Selengkapnya

Incoming search terms:

  • Miniatur vespa dari kayu

Jumlah Kambing Yang Mati Misterius Terus Bertambah

Sejumlah kambing mati misterius

KRAKSAAN – Kasus puluhan kambing mati misterius di dua desa, yakni di Desa Sumber Kerang dan Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan  Gending, Kabupaten Probolinggo, masih  menjadi misteri. Bahkan, hingga kemarin  tercatat jumlah kambing yang mati mendadak  terus bertambah menjadi 64 ekor.

Artinya, ada 8 ekor kambing lagi yang mati. Tambahan 8 ekor kambing yang mati itu milik Nur Hasan, 47, warga Dusun Krajan, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending.  Artinya, sudah 40 ekor kambing milik Nur Hasan yang mati. Sebelumnya, ada 32 kambing miliknya yang mati. Tambahan 8 kambing itu, menurut Nur Hasan,  terjadi pada hari Minggu (27/8). Baca Selengkapnya

Kasus Dugaan Korupsi DD, Penyidik Periksa Camat Paiton

Yasin menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penyunatan dana desa di Kecamatan Paiton, kemarin.

Terkait Kasus Penyunatan Dana Desa

KRAKSAAN – Berkas perkara  dugaan korupsi dana desa dengan  tersangka Kasi Pembangunan (Kasipem) Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Abdul Muhaimin, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo, awal pekan kemarin.

Namun, kini Penyidik Polres Probolinggo masih melakukan pemeriksaan tambahan  terhadap saksi. Kemarin yang diperiksa Camat Paiton M. Yasin. Kemarin, Yasin diperiksa penyidik di Mapolres Probolinggo mulai sekitar pukul 09.00 WIB sampai sekitar pukul  12.00 WIB. Selama menjalani pemeriksaan, Yasin tak di dampingi penasihat hukum.  Baca Selengkapnya

Catut Sekda, Pasutri Perdaya Guru TK

Pasutri Reza dan Umila menjalani pemeriksaan di Mapolres Probolinggo, kemarin. Mereka ditangkap polisi setelah disangka melakukan tindak pidana penipuan

Mengaku Bisa Bantu Jadi CPNS

KRAKSAAN – Pasangan suami-  istri (pasutri) Reza bin Ali, 47,  dan Umila, 41, warga Jalan Suyoso, Kota Probolinggo, harus berurusan dengan penyidik Polres Probolinggo. Kemarin, pasutri ini diamankan setelah disangka  melakukan penipuan bermodus  pengangkatan menjadi calon pagawai negeri sipil (CPNS). Baca Selengkapnya

Dor..Dor!! DPO Curwan Tewas Ditembak Polisi

Jenazah Yuli saat di kamar jenazah RSUD Waluyojati, Kraksaan, Selasa (8/8).

Polisi Buru 3 Tersangka Lainnya

KRAKSAAN – Yuli, 45, salah satu anggota  komplotan pelaku pencurian hewan (curwan) yang beraksi 2013 lalu, tewas tertembak polisi.   Versi polisi, pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu, melawan saat hendak ditangkap. Selain memukul petugas, ia juga berusaha merebut pistol polisi. Saat berebut pistol itulah,  Yuli tertembak di dada. Baca Selengkapnya

PH Tak Yakin Dimas Kanjeng Bebas

Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat mengikuti sidang beberapa waktu lalu.

KRAKSAAN – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, memastikan putusan kasus dugaan pembunuhan dengan  terdakwa Dimas  Kanjeng Taat Pribadi,  siap dibacakan dalam persidangan hari ini (1/8). Hal itu ditegaskan Humas PN  Kraksaan Yudistira Alfian pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (31/7). Baca Selengkapnya

Incoming search terms:

  • Radar bromo pembacaan fonis dimas kanjeng taat

Pengikut Yakin Dimas Kanjeng Tak Bersalah

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin (depan) mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, kemarin.

Masih Ingin Tinggal di Padepokan

GADING – Dimas Kanjeng Taat  Pribadi telah dituntut dengan hukuman pidana selama seumur hidup. Majelis hakim menjadwalkan membacakan vonisnya,  Selasa (1/8). Namun, sejumlah pengikutnya tetap yakin terdakwa  kasus pembunuhan itu tak  bersalah.

Menjelang sidang beragenda pembacaan putusan terhadap  Dimas Kanjeng memang menjadi  perhatian sejumlah pihak. Terutama, jajaran kepolisian. Kemarin, Kapolres Probolinggo  AKBP Arman Asmara Syarifuddin  mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Baca Selengkapnya

Incoming search terms:

  • hasil sidang hari ini dimas kanjeung taat pribadi
  • ponis taat pribadi

Tak Terkait Terorisme

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin (duduk) saat memeriksa amunisi tajam kaliber campuran di indekos tersangka Yohananda di Dringu, Selasa (25-7) dini hari.

KRAKSAAN – Kasus kepemilikan  714 amunisi tajam kaliber campuran dengan tersangka Yohananda, 47, terus dikembangkan Polres Probolinggo. Polres memastikan, kasus itu tidak ada kaitannya dengan ancaman  kelompok terorisme.

Kapolres Probolinggo AKBP  Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus itu. ”Kami kembangkan lebih lanjut soal kasus kepemilikan amunisi itu. Untuk tersangka  hanya Yohananda. Kalau istrinya inisial N, hanya sebagai saksi.  Karena N tidak mengetahui soal barang (amunisi) yang ada di  tas itu,” katanya. Baca Selengkapnya