Browse By

Razia Kos, 6 Pasangan Tak Resmi Diamankan

Sejumlah penghuni kos di Paiton dibawa ke Mapolres, Senin (30/10) pagi

KRAKSAAN – Keberadaan tempat kost diwilayah Pantura Kabupaten Probolinggo masih kerap dijadikan tempat mesum. Kemarin, Satsabhara Polres Probolinggo berhasil mengamankan enam pasangan tidak resmi di rumah kos yang ada di Pajarakan dan Paiton, saat menggelar razia. Mereka pun digelandang ke Mapolres untuk dilakukan pembinaan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah tempat kost dan hotel mulai dari Pajarakan, Kraksaan sampai Paiton menjadi target operasi razia. Namun, hanya di tempat kost di Sukamulya, Kecamatan Pajarakan dan kost di Paiton, yang ditemukan pasangan tidak resmi.

Yakni pasangan AQ, 24, dan NF 20, yang sama-sama asal Desa/Kecamatan Prajekan Bondowoso; tiga remaja diamankan dalam satu kost yakni Frd, 18, bersama AP,  21,  asal Desa Sumberanyar Paiton dan Merin, 18, asal Gerbangan Krejengan; BS, 45 dan Nrh, 38, sama sama asal Banyuglugur, Situbondo.

Sedangkan pasangan lainnya diamankan di kost Paiton diantaranya End, janda 30 tahun bersama Sms, 30,- sama-sama asal Bulupandak Gading; Firda, 18, Rangkang, Kraksaan dan Skr, 24, Dawuhan Krejengan; CRJ, 19, Semampir Kraksaan dan FHI, 18. Jabung sisir, Paiton.

Loading...

Mereka semua lalu diamankan ke Mapolres untuk pembinaan, karena tidak dapat menunjukkan surat resmi telah menikah. Mereka pun memiliki beragam alasan saat ditanya mengapa berada dalam satu kost. Ada yang mengaku sudah tunangan, nikah siri dan masih pacaran.

AQ mengaku, dirinya sudah menikah siri dengan NF. Kemarin, dirinya menjemput NF ke Stasiun Probolinggo, karena NF baru saja kulakan baju ke Malang. Nah, saat perjalanan pulang ke Bondowoso, didirinya kecapekan dan berniat untuk istirahat sejenak di kost tesebut.

“Saya baru datang di kost gak sampai satu jam istirahat. Eh, petugas malah datang dan membawa saya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.  Sementara End yang janda dua anak mengaku dirinya sudah memiliki ikatan dengan Sms. Hanya saja, keluarga sms tidak merestui karena dirinya status janda. Sehingga dirinya pun jalin hubungan sembunyi-sembunyi.

“Saya sudah nikah siri dengan dia (Sms). Cuma hubungan kami tidak direstui. Tapi saya belum berbuat apa -apa di kost itu,” terangnya.

Sementara itu Kasat Sabhara AKP lstono saat dikonfirmasi mengatakan, dalam giat operasi Bina Kusuma, pihaknya merazia kost, hotel dan cafe yang bisa menjadi tempat pasangan tidak resmi. Semua menjadi target razia.

“Ada 6 pasangan tidak resmi yang diamankan. Kami amankan untuk dilakukan pembinaan. Jika masih terjaring razia akan ditindak tipiring (tindak pidana ringan),” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin. (radar)