Browse By

Proyek Infrastruktur Dikeluhkan Warga

Proyek pembenahan trotoar dari drainase di Jalan Gajah Mada

PASURUAN – Belum lama dikerjakan, proyek peningkatan trotoar, median, dan drainase di jalan Gajah Mada, Kota Pasuruan mendapat sambutan negatif dari Warga setempat. Pasalnya, pengerjaan proyek itu dinilai melumpuhkan aktivitas sehari-hari. Terlebih, pengerjaan proyek masih dalam proses penggalian itu, memberikan imbas bagi sejumlah rumah warga.

Warga yang mengeluhkan proyek itu diantaranya Fikri Hamzah. Dia memiliki usaha penjualan kain di Jalan Gajah Mada Nomor 11. Meski ruko miliknya belum terkena dampak proyek, namun getaran dan debu akibat pengerjaan proyek itu, mengganggu usahanya.

“Kami tak menuntut apa-apa. Hanya saja, dari awal memang tak ada sosialisasi yang dilakukan. Baik dari PU, maupun dari kelurahan. Tak dapat dipungkiri, bahwa ruko tempat saya membuka usaha juga pasti akan terkena dampak,” ujar Fikri.

Itu pula yang dikeluhkan oleh Agus Salim, pemilik usaha warung kopi dan ternak burung. “Didepan ruko saya sudah digali separo. Apalagi itu bangunan tua, dengan adanya getaran akibat proyek itu banyak tembok yang retak. Bahkan tetangga ada yang nyaris roboh,” jelas Agus.

Loading...

Lebih lanjut, Agus mengaku dirinya menutup usahanya lantaran pengerjaan proyek itu. “Selain itu, disana sering dijadikan tempat berjualan meracang. Penjualnya itu para janda. Kan kasihan kalau galian tak segera ditutup, mereka tak bisa berjualan,” imbuh Agus.

Sejumlah warga itu pun telah menunjuk Indra Bayu sebagai kuasa hukum. “Sebelum melangkah lebih jauh, kami lakukan upaya mediasi. Kami hadirkan pihak terkait, agar ditemukan win-win solution,” ujar Indra. Ia kemudian menggelar upaya mediasi dengan menghadirkan pelaksana proyek dari CV Calindo, serta Dinas PU.

Setelah melakukan dialog yang cukup alot, akhirnya diambil kesepakatan bersama. “Pada prinsipnya, kami mengakomodir keluhan warga terdampak proyek ini. Kami mengambil solusi, yakni akan mengembalikan kondisi rumah warga yang terimbas dan mengalami kerusakan akibat proyek ini. Itu akan dilakukan selambatnya hingga proyek ini berakhir 22 Desember nanti,” tutur Akung Novajanto Sodiq Nuch, Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kota Pasuruan.

Akung juga berjanji, pihaknya akan segera menyediakan penutup lubang galian di sepanjang proyek itu. Penutup lubang yang terbuat dari anyaman bambu akan segera dipasang dalam pekan ini. Hal itu dilakukan agar pengerjaan proyek itu tak mengganggu aktifitas warga setempat.

Sementara itu, Indra Bayu mengatakan, komitmen Pemkot Pasuruan itu telah tertampung dalam sebuah surat pernyataan. Ia akan mengawal realisasi pengembalian kondisi rumah terdampak, serta penyediaan penutup lubang galian yang menjadi komitmen Pemkot.

“Kami kawal terus hingga batas waktu sesuai surat pernyataan, apabila tak ada realisasi kami akan menempuh jalur hukum,” tuntas Indra.(radar)