Browse By

Polisi-Rumah Sakit Saling Tuding

Sejumlah kerabat korban saat membesuk makam korban yang ditempatkan jauh dari tempatnya

PIHAK Satlantas Polres Pasuruan Kota dan RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan sama-sama tak mau disalahkan dalam kasus pemakaman jenazah kang Persahabatan Probolinggo 2016. Kedua institusi ini membela diri, bahwa yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota, Ipda Heri Purnomo membenarkan adanya insiden kecelakaan yang menewaskan seorang pemotor. Kecelakaan itu terjadi Jumat (20/10) petang lalu.

Heri menuturkan bahwa kecelakaan yang terjadi di jalan Ir Juanda, Kelurahan Blandongan, jurusan Pasuruan-Probolinggo itu sebelumnya ditangani oleh Unit Lantas Polsek Bugul Kidul. Kejadian itu bermula saat Dedi Irawan, 19, mengendarai motor Honda Beat.

“Dari arah belakang, ia menabrak dua orang yang ada didepannya yang juga mengendarai motor,” katanya. Pemotor yang ditabrak Dedi adalah Sudirman, 24, warga Desa Kedawang, Kecamatan Grati, yang saat itu membonceng Nia Oktavia, 22, warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati.

Loading...

Bahkan, saat tabrakan terjadi Nia yang dibonceng Sudirman sempat terlempar dari motor. Petugas Unit Lantas Polsek Bugul Kidul kemudian datang dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban Dedi kemudian dilarikan ke UGD RSUD Soedarsono.

“Kondisinya saat itu kritis. Lantaran mengalami luka pada wajah dan robek pada bagian perut. Tapi kami belum mengantongi identitasnya. Hanya ada barang-barangnya, seperti tas dan ponsel yang telah rusak. Karena ponsel korban rusak, anggota sudah berupaya memindah kartu sim ke ponselnya. Tapi penyimpanan kontaknya kosong, kemungkinan ada di ponsel itu,” jelas Heri.

Petugas Unit Lantas Polsek Bugul Kidul kemudian meminta visum pada pihak rumah sakit. Heri menjelaskan, bahwa pihaknya memang menerima pelimpahan berkas perkara itu. “Jumat malam, kami menerima identitas korban melalui seorang warga,” ungkap Heri. Selama itu, pihaknya tak mengetahui apabila Dedik telah meninggal dunia.

“Karena tak ada konfirmasi dari pihak rumah sakit. Di dalam laporan juga masih tertulis korban mengalami luka berat. Soal pemakaman, kami juga tak mendapat konfirmasi,” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Soedarsono Kota Pasuruan, Hendra Romadon menerangkan, bahwa pemakaman korban kecelakaan itu sudah sesuai dengan SOP. Hal itu dilakukan lantaran pihak rumah sakit tak mengetahui identitas korban.

“Kami kan tak punya ahli forensik dan pengawet. Sehingga kalau ada mayat yang lebih dari tiga hari, dikhawatirkan akan menimbulkan bau menyengat akibat pembusukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, bahwa petugas ruang pemulasaran juga telah mencoba untuk menghubungi kepolisian melalui sambungan telepon. “Petugas kamar mayat sudah menghubungi beberapa kontak yang ada di lembaran visum, tapi tak dijawab,” jelasnya.(radar)