Browse By

Gempar! Siswa SMK Tewas Bersimbah Darah di Dalam Kamar

Jenazah MB di ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono, Senin (30/10) malam

Ditemukan Tergeletak di Dalam Kamar

PURWOREJO – Warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, tadi malam (30/10) dibuat gempar. Ini lantaran, MB, 18, salah satu warga disana ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamarnya.

MB yang statusnya seorang siswa sekolah kejuruan di Kota Pasuruan ditemukan pertama kali pukul 18.00 oleh ibunya, yakni Uwy, 40. saat ltu, di dalam rumah hanya ada MB dan Uwy. Saat maghrib, Uwy salat. Selesai salat, dia tidak melihat MB.

Uwy mulai curiga melihat kamar korban dalam kondisi gelap. Ia lantas mencoba memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Karenanya, ia pun mencoba masuk ke dalam kamar korban. Betapa terkejutnya ia saat melihat anaknya sudah terbujur kaku dengan luka menganga di leher sebelah kanan. Uwy lantas berteriak meminta pertoIongan warga yang mendengar teriakannya lantas mendatangi rumah Uwy.

Loading...

“Yang menemukan pertama kali itu ibunya. Saat ditemukan korban sudah bersimbah darah dan ditemukan sebuah parang di dekat tubuhnya,” kata salah satu tetangga korban.  Warga yang berdatangan lantas menghubungi pihak kepolisian. Menerima laporan wrga, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke ruang pemulasarnn RSUD dr R Soedarsono (RS Purut) untuk melakukan visum.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Pasuruan Kota Aiptu Anton yang ditemui di ruang pemulasaran mengatakan, pihak kepolisian belum bisa memastikan apa penyebab MB tewas. “Penyebab apa, masih didalami. Yang jelas informasi dari warga, sepulang sekolah korban masih sempat mengantarkan jenang ke tetangganya,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan AKP Yoyok Ratna. Sejauh ini pihaknya masih mencari keterangan dari saksi-saksi, yang ada di rumah korban. Polisi, juga menemukan benda tajam yakni parang di dalam kamar korban.

“Tetangga korban juga kami mintai keterangan. Tetangga menyebut, sore itu mereka melihat MB mengantarkan jenang. Sampai sekaarang, kami masih mendalami insiden. Apakah karena bunuh diri atau bukan,” beber Yoyok Ratno. (radar)