Browse By

Tantang Carok Satpol PP, Pengamen Ini Menangis saat Diamankan

M Dofir yang sempat diamankan Satpol PP Kota Probolinggo. Lelaki yang seharinya pengamen itu diamankan lantaran menantang Satpol PP.

MAYANGAN – Gara-gara menghina dan menantang Satpol PP Kota Probolinggo lewat facebook, seorang pengamen diamankan. Dia adalah Muhammad Dofir, 23, Warga RT 5/ RW 4, Dusun Krajan, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Pelaku diamankan Satpol PP setempat, Sabtu (28/10), usai mengancam di bus kota, pukul 20.00. Dia diamankan di depan terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, pelaku menantang Satpol PP, lewat akun facebooknya Isinya, “satpol PP tantang carook sma akau ret kpan ajc aku ciaaap mluncuur…, dofir gaak mundurr reet.”

Lantaran menyangkut instansi, akun tersebut dilacak oleh Satpol PP. Dari situ diketahui aktivitas pelaku sebagai pengamen, juga identitasnya. Sabtu, anggota Satpol PP pun nyanggong pelaku di depan Terminal Bayuangga, mulai pukul 19.30. Setengah jam kemudian, pelaku yang turun dari bus Iangsung diamankan oleh petugas dan dibawa ke Mako untuk di mintai keterangan.

Namun, saat dimintai keterangan, pelaku menurut Hendra, diduga mabuk. Sebab, jawabannya kurang nyambung. Dari informasi yang didapat, pelaku diduga pernah depresi lantaran gagal mendaftar sebagai anggota TNI.

Loading...

“Informasi yang kami dapat, pelaku sempat depresi, karena daftar TNI tidak diterima. Saat ditanya, dia sepertinya terpengaruh obat dan minuman beralkohol. Selain jawabannya sedikit kurang nyambung. ia juga kerap senyum senyum sendiri,” terangnya.

Bahkan ketika dikeler petugas dan dimintai keterangan, pelaku sempat merengek dan menangis. Pelaku juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Pelaku selanjutnya dijemput keluarga di Mako. Dengan di dampingi anggota Satpol PP, pelaku diantarkan pulang.

“Dia pulang sekitar pukul 23.00 dengan dijemput orang tuanya. Anggota yang tinggal sedesa juga mengantar,” bebernya. Pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang. Hendra berharap, masyarakat bisa menggunakan facebook dengan bijaksana (radar)