Browse By

Proyek Pemasangan Girder Dihentikan Sementara

Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo (kiri) dan Project Manager PT Waskita Tol Paspro, Kadek Oka (tengah) saat pers rilis, kemarin.

PASCA kejadian pelaksana proyek flyover di Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, yakni PT Waskita Karya langsung melakukan pers rilis. Dalam keterangan pers-nya, mereka menepis anggapan bahwa insiden ambruknya empat girder yang tengah dalam instalasi itu, akibat kesalahan prosedur.

Hal itu disampaikan oleh Kadek Oka, Project Manager PT Waskita Tol Paspro. Menurut Kadek, setiap pengerjaan yang dilakukan atas kerja sama dengan PT Pancang Sakti itu, telah melalui prosedur dan regulasi yang ada. Bahkan, Kadek menegaskan bahwa standar keamanan pekerja dalam proyek pengerjaan tersebut sudah benar.

“Tak ada prosedur yang kami lewatkan. Mulai dari izin kerja, metode pekerjaan, hingga pelaksanaan. Semua sudah kami lalui sebagaimana prosedur yang ada,” ujarnya kepada awak media. Namun begitu, Kadek Oka tetap akan melakukan evaluasi terkait insiden tersebut. Begitupun dengan mekanisme pengawasan kerja. Ditegaskan Kadek, pengawasan kerja juga telah dilakukan secara rutin. “Proses kontrol telah dilakukan secara rutin. Baik pelaksana dan pengawas, berada di lokasi,” jelasnya.

Saat disinggung soal beban girder yang diangkat dua crane itu, Kadek menjelaskan bahwa tak ada masalah. Masing masing crane, kata Kadek, justru melampaui beban girder yang diangkat. “Kapasitas crane jauh lebih besar dari beban girder yang diangkat,” urai Kadek.

Loading...

Ia menjelaskan, pengerjaan instalasi girder tersebut untuk pembangunan proyek flyover atau jalan layang. Pengerjaan jalan layang itu, untuk jalan pengganti bagi warga akibat lahannya terdampak proyek pembangunan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Total, ada 28 titik pemasangan girder.

Sejauh ini, sudah ada 8 titik yang berhasil dikerjakan. Termasuk yang kemudian terjadi insiden. Kadek menjelaskan, insiden tersebut mau tidak mau mempengaruhi pengerjaan proyek tersebut. Namun, tidak semua proyek tertunda. Melainkan hanya proyek yang kemarin terjadi insiden saja.

Sementara untuk titik lainnya, akan terus dibangun. Normalnya, satu titik pemasangan girder butuh waktu dua pekan. Penundaan sementara untuk titik yang ada di Desa Sumberdawesari dilakukan sembari menunggu proses penyelidikan kepolisian.

“Proyek sementara kami hentikan. Lebih lanjut, kami masih menunggu upaya penyelidikan dari polisi. Untuk itu, kami serahkan seluruh prosesnya kepada kepolisian,” tambah dia.

Selain dijaga polisi, Kadek juga menjelaskan pihaknya telah mengerahkan petugas penjaga dari internal perusahaan. “Sekeliling lokasi proyek flyover itu ditutup. Dari internal juga ada penjagaan,” jelasnya. Hanya saja, Kadek Oka juga tidak menjelaskan penyebab runtuhnya girder tersebut. Baik saat memberikan penjelasan, maupun dari rilis yang diterima wartawan.

Dalam rilis yang diterima wartawan, setelah memasang empat ginder, kemarin rencananya dilanjutkan pemasangan girder keempat. Saat girder keempat sudah pada posisi bearing pad atau dudukan, dan akan dilakukan pemasangaan bracing atau penguat, girder keempat tiba- tiba goyang menyentuh ginder lain. Akibatnya, seluruh girder runtuh.

Upaya pemeriksaaan dan pencarian siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan kerja ini juga dilakukan pihak Waskita. Mereka juga berupaya melakukan pencegahan agar tidak terjadi peristiwa serupa. Termasuk kembali mengkaji dan memperbaharui seluruh aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja, lingkungan, Mutu dan Pengamanan (K3LMP) dalam melakukan pekerjaaan.

Sementara itu, Iwan Zarkasi Direktur Jembatan pada Direktorat jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi insiden tersebut. Termasuk proses pengerjaan yang dilakukan Waskita.

“Apakah nanti ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pelaksana atau tidak? Apakah pelaksana terburu-buru karena dikejar target? itu nanti kita telusuri,” katanya. Diketahui, progress proyek tol Paspro seharusnya sudah 50,9 persen. Hanya saja, sampai kemarin proyek tersebut baru rampung 46,6 persen. (radar)

Incoming search terms:

  • peta tol pasuruan
  • pelunasan tol probolinggo leces - gending
  • realisasi tol probolinggo gending