Browse By

Dilarang, Go-jek Masih Berkeliaran

Seorang driver Go-Jek melintas di jalur protokol Kota Probolinggo, kemarin.

Satlantas Sebut Tak Bisa Menindak

MAYANGAN – Meski dilarang di Kota Probolinggo, nyatanya layanan berbasis aplikasi online, Go-jek tetap beroperasi. Asosiasi supir Angkot Probolinggo (Asap) menyebut, Go-jek telah melanggar kesepakatan De`er,  Ketua Asap menyebut, Go-jek sudah melanggar kesepakatan bersama. Yakni larangan Go-jek beroperasi, sebelum melengkapi persyaratan administrasi untuk angkutan.

“Karena itu, kami secara internal akan melakukan konsolidasi untuk menyikapi kondisi itu,” terangnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Probolinggo Kota Aiptu Usman menegaskan, pihaknya siap melakukan tindakan untuk mereka yang melanggar hukum. Namun, tentu harus ada payung hukum yang jelas.

Loading...

Menurutnya, keberadaan Go-jek memang tak sesuai aturan. Khususnya jika mengaçu pada Permenhub nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Namun, untuk memberikan tindakan, pihak kepolisian tidak memiliki pasal penindakan. “jika kami menindak, namun tak ada pasalnya, kan tidak bisa. Kecuali kalau Go-jek misalnya melanggar surat kelengkapan berkendara. Baru bisa di tindak seperti penilangan,” lanjutnya.

Wartawan koran ini mendatangi kantor Go-jek di Ruko Soekarno-H atta untuk konfimasi, namun tutup. Sementara itu, Candra, 25, salah satu driver Go-jek saat dijumpai di GOR A. Yani mengungkapkan, perusahaan tidak menyampaikan larangan Go-Jek beroperasi. Sehingga, dirinya bekerja seperti biasa.

“Sempat dengar kalau Go-jek di sini tak boleh. Tapi, dari perusahaan tak ada imbauan atau pemberitahuan. Jadi, saya beroperasi seperti biasa,” tuturnya. (radar)