Browse By

Giliran Camat Gading Diperiksa Terkait Dugaan Pemotongan Dana Desa

Ilustrasi

Bantah Pemotongan Dana Desa.

KRAKSAAN – Penyidik unit Tipikor Polres Probolinggo memastikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pemotongan dana desa (DD) di Kecamatan Gading, lanjut. Bahkan Senin lalu (23/10), penyidik sudah memeriksa Camat Gading Zainuddin.

Zainuddin diperiksa usai dua anak buahnya, sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dalam pemeriksaan, Zainuddin membantah adanya pemotongan DD yang nilainya mencapai RP 99 juta tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Kasat Riyanto mengatakan, pemeriksaan Camat gading sudah dilakukan Senin lalu. Saat diperiksa, Camat Gading berstatus sebagai saksi atas dua bawahannya yang ditetapkan tersangka. Yakni tersangka Sapari, Kasi Pembangunan Kecamatan Gading.

“Camat sudah kami periksa. Sekarang tetap masih dalam tahap penyidikan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (26/20).  Eks Kasatreskrim Polres Pasuruan menjelaskan, dalam pemeriksaannya, Zainuddin dimintai keterangan seputar DD di Gading dan tupoksinya sebagai camat. Mulai dari pencairan, penggunaannya dan pertanggung jawabannya.

Loading...

Nah, saat pemeriksaan itulah Camat Gading membantah adanya pemotongan DD yang dilakukan oleh kedua tersangka.  Dengan alasan, dana yang dipegang oleh kedua tersangka dana kegiatan desa yang dititipkan untuk dilakukan bersama-sama kegiatannya.

“Camat Gading membantah kalau itu pemotongan dana desa. Camat menyebutkan, dana itu merupakan untuk kegiatan desa yang memang harus dilakukan dengan bersinergi dan perlu dikoordinir,” terangnya.

Disinggung soal jumlah saksi yang sudah diperiksa, Rliyanto menyebutkan sudah ada sekitar 20 saksi lebih yang telah dimintai keterangan. Tinggal pemeriksaan saksi-saksi lain untuk melengkapi proses penyidikan.  “Secepatnya kami akan tuntaskan proses penyidikan. Setelah pemeriksaan saksi tuntas lanjut kebut pemberkasan,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Gading Zainuddin belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon tak kunjung diangkat. Seperti diberitakan sebelumnya, Kasi Pembangunan Kecamatan Gading Sapari dan staf Kecamatan yakni Zaenal Abidin, ditahan jumat (6/10) malam. Keduanya diduga melakukan penyelewengan DD miIik 9 desa di Kecamatan Gading.

Adanya penangkapan keduanya, menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak. Termasuk sejumlah kepala desa yang menyebutkan DD yang telah diserahkan oleh desa itu, dinilai bukanlah pemotongan. Melainkan, diperuntukkan kegiatan yang memang harus dilakukan dengan bersinergi.

Karena tidak memungkinkan tiap desa mengerjakan sendiri kegiatan, sehingga harus dititipkan. Selagi ada laporan pertanggungjawaban, tindakan tersebut bukan termasuk tindakan korupsi. (radar)