Browse By

Pencari Rumput Tewas Tersambar KA

TONGAS – Muhayar, 69, warga Dusun Gunggungan, Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mengalami nasib tragis. Ia tewas tersambar Kereta Api (KA) Ranggajati, jurusan Jember-Cirebon, saat mencari rumput di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, kemarin (18/10).

Tewasnya korban membuat pihak keluarga terpukul. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, korban kemarin mencari rumput bersama Ali Wafa, 20, warga Desa Bayeman. Namun, mereka mencari rumput dilokasi berbeda.

Selesai mencari rumput, korban hendak pulang. Namun, saat menyeberang perlintasan KA di Kilometer di 90+8/9, ia tak menyadari ada KA yang datang dari timur ke barat. Saat itu, korban hanya melihat ke arah barat saja.

Loading...

“Kereta pada saat itu berjalan pelan karena hendak melintasi jembatan. Saat itu, kereta sudah membunyikan belnya berulang-ulang. Tapi, Pak Muhayar ini tidak mendengar. Memang, saat kita membawa beban di kepala, suara dari samping kadang tak terdengar dengan jelas,” terangnya.

Tak ayal, korban pun tertabrak KA. Saat itu, tubuh korban terpental ke arah barat. Bahkan, korban sempat terseret sekitar 30 meter. Setelah itu, KA sempat berhenti. Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung mengevakuasi jasad korban.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami pecah di kepala dan patah tulang di sejumlah anggota tubuh lainnya. Korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Tongas menggunakan mobil ambulans. Danton Polsuska Daop 9 Jember, Kapten Muhammad Halil saat ditemui koran ini di lokasi kejadian mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian korban. Pasalnya KA Ranggaji kemarin sudah melaju dengan pelan. Selain itu, masinis mengaku sudah membunyikan bel  berulangkali.

“Kereta masuk di stasiun Probolinggo sekitar pukul 07.00. Diperkirakan sampai di lokasi kejadian pukul 07.20. Untuk keretanya sendiri langsung melanjutkan perjalanan setelah korban dievakuasi. Sehingga tidak sampai menggaunggu jadwal lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Kanitlaka Polsek Tongas Bripka Breni Raharja mengatakan, usai kejadian korban memang langsung dibawa ke kamar mayat. ltu untuk menghindari Tempat Kejadian Perkara (TKP) semakin sesak dengan warga. Bahkan, arus lalu lintas sempat tersendat karena banyak pengendara yang berhenti untuk mengetahui kejadian tersebut.

Pihak keluarga yang datang ke RSUD Tongas, menangis histeris melihat korban yang tak lagi bernyawa. Bahkan, ada salah satu anak korban yang hampir pingsan. Kondisi itu membuat suasana rumah sakit penuh tangisan kesedihan.

Karena itu, Kades Klampok Gatot Junaedi kemudian menyararankan keluarga korban untuk pulang. “Korban memang warga saya. Pihak keluarga saya arahkan pulang biar saya yang mengurus,” katanya. (radar)