Browse By

Layanan Lambat, P2SKP Diprotes

Koantor P2SKP, Mayangan, Kota Probolinggo.

MAYANGAN – Dinilai lambat, pelayanan Pelabuhan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SKP) Mayangan, diprotes. Protes disampaikan tiga pengurus Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan (HNPP) Samudra Bestari dan seorang agen kapal, kemarin (17/10).

Ermanto, pembina HNPP yang ikut protes mengatakan, pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPE) dan surat keterangan masa berlayar makin sulit didapat. Itu terjadi sejak berganti kepemimpinan beberapa bulan lalu.

“Biasanya, pelayanan dua surat itu, selesai dalam waktu dua jam atau paling lambat setengah hari. Namun, saat ini bisa sampai tiga hari,” terangnya.

Menurutnya, saat ini pelayanan di P2SKP berbeIit-belit. Bahkan, petugas di P2SKP sering saling lempar. Ermanto juga menilai, tak ada standard operating procedure (SOP) yang jelas dalam pelayanan SPB. ”Tidak ada kejelasan prosedur atau persyaratan pembuatan SPB. Sehingga, pemohon harus bolak balik untuk melengkapi persyaratan. Kalau ada SOP, pemohon kan tidak perlu bolak-balik. Kapal pun jadi terlambat berangkat, karena harus menunggu SPB,” katanya.

Loading...

Wiwid Hariyadi, pembina HNPP menambahkan, surat keterangan masa berlayar pun sering lambat dilayani. Padahal, surat itu dibutuhkan untuk persyarakat sertifikasi nahkoda dan ABK. “Jika tak memiliki sertifikasi, maka nahkoda dan ABK bisa ditangkap saat ada operasi di tengah laut,” terangnya.

Randi Hermawan, agen kapal yang ikut protes mencontohkan lambatnya pengurusan SPB yang dia alami. Dirinya mengurus SPB, Kamis (12/11)) pagi. Lantaran  tak ada orang di kantor P2SKP, Randi diminta kembali siang. Dia pun kembali siang dan menyerahkan berkas.

“Senin (16/10) dirinyan diminta kembali. Namun, ternyata hari senin itu, SPB belum selesai. Bahkan, dia diminta melengkapi beberapa persayaratan. Saya diminta melengkapi KTP pemohon sebanyak 13 orang, Nama kapal, jenis kapal, ala tangkap, asal kapal, tanda selar, SIPl atau SlUP dan daerah penangkapan. Padahal biasanya syarat seperti itu tak ada. Kalau memang dibutuhkan, kenapa tidak dibilang di awal. Ini kan menunda pemberangkatan kapal,” terangnya.

Kasi Pengelolaan dan Pengawasan di P2SKP, Arif Wahyu di menyebut, SPB bisa jadi satu atau dua jam setelah berkas lengkap. Untuk masalah Randi, persyaratan baru lengkap senin siang.

Namun Arif memang mengaku, selama ini SOP yang ada masih kurang. “Saya baru dilantik satu setengah bulan. Jadi, untuk SOP masih ada yang kurang. Namun, lambat laun akan kami benahi,” terangnya. (radar)

Incoming search terms:

  • Hnpp mayangan