Browse By

Gugat Cerai setelah Mapan

Ilustrasi

REJOSO – Air susu dibalas air tuba.  Peribahasa itu mungkin pas seperti kondisi Tole (nama samaran), 37, warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan saat ini. Setelah bekerja keras membiayai kuliah sampai istrinya bisa bekerja di perusahaan, Tole malah digugat cerai.

Tole mengatakan, pernikahannya denggan Minthul (juga nama samaran), 26, sebenarnya sudah berjalan cukup lama. “Dari 6 tahun menikah, kami memang belum dikaruniai anak. Tapi, Minthul sudah jauh berkembang setelah menikah dengan saya,” ungkapnya.

Minthul dinikahi Tole saat baru lulus SMA. Meski usia keduanya selisih 11 tahun, tapi tak menghalangi niat Tole untuk serius dengan Minthul. Awal menikah, Tole yang sebagai buruh pabrik Ini memang satu-satunya tulang punggung keluarga. Sedangkan Minthul, hanya di rumah dan fokus menjadi ibu rumah tangga.

Setelah setahun menikah, muncul keinginan Minthul untuk kuliah seperti teman-teman yang lain. Apalagi, ia belum dikaruniai anak. “Awalnya ya saya agak bimbang. Karena kalau kuliah, kan saya yang biaya. Terus nanti bagaimana urusan kerjaan rumah,” ungkapnya.

Loading...

Tapi, istrinya mengusulkan kuliah malam. Sehingga dari urusan rumah tangga dan segi biaya, tak terlalu membebani suaminya. Melihat kegigihan istrinya, Tole akhirnya luluh. Ia mendukunng penuh keinginan istrinya tersebut.

Mulanya, Tole yang hanya lulusan SMA dan hanya bekerja di bagian produksi, tidak hawatir jika nantinya kalah pamor dengan sang istri. “Ngapain juga minder. Wong saya yang biayai kuliah. Yang penting urusan rumah tangga tetap beres,” ujarnya.

Sampai akhirnya, masa kuliah 4 tahun yang dijalani Minthul selesai. Tentu, hal ini membuat keluarga besarnya bangga. Karena tak kunjung dikaruniai anak, Mimhul berinisiatif untuk mencari kerja. Ternyata predikat sebagai sarjana membuat Minthul takkesulitan untuk diterima kerja di salah satu perusahaan nasional.

“Tole tentu saja bangga dengan prestasi istrinya tersebut. Apalagi setelah bekerja, pemasukan juga makin meningkat. “Dari segi gaji ternyata besaran Minthul. Dan dari situlah awal kehancuran rumah tangga kami,” jelasnya.

Karena pekerjaannya lebi wah, Minthul seringkali malu jika dijemput suaminya. Makin lama, perlakuan istrinya makin tak hormat pada suami.

“Sudah gak hormat, gak mau dengerin saya lagi. Terakhir istri ketahuan terlibat selingkuh dengan teman kantornya. Hal ini saya ketahui setelah mengecek hapenya. Saya kecewa dan akhirnya bertengkar. Istri kemudian minta cerai. Ya sudah saya ikuti saja,” katanya. (radar)