Browse By

Terungkap, Inilah Penyebab Puluhan Kambing Mati Mendadak di Probolinggo

Hasil laboratorium menunjukan bahwa kematian puluhan kambing karena pestisida

DRINGU – Hasil uji Laboratorium atas pakan kambing yang mati mendadak di Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending dan di Desa/Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo akhirnya turun. Dari hasil laboratorium itu, ditemukan bahwa di pakan dan juga minuman yang diberikan oleh pemilik mengandung pestisida.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni mengatakan, hasil itu berdasarkan uji laboratorium pada pakan ternak dan minuman yang di uji di Jogjakarta.

Loading...

“Hasilnya sudah keluar. Dari hasil itu, ada kandungan pestisida yang terdapat di pakan hewan ternak yang mati itu,” terangnya kemarin (16/10). Menurutnya, kandungan pestisida itu lah yang mengakibatkan puluhan hewan ternak milik warga di dua desa itu mati secara mendadak.

Meski kemudian, Endang-sapaan akrabnya-juga menyebut jika kematian hewan-hewan itu disebabkan persoalan lain. Yakni, serangan hewan. “Ada kecenderungan keracunan pestisida pada kambing yang mati secara mendadak, tanpa gigitan. Tapi jumlah pestisida yang terkandung dalam pakan itu tidak disebutkan berapa ukurannya. Yang pasti ada kandungan pestisida,” tuturnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan darimana asal pestisida yang berada di kambing tersebut. Kemungkinan pestisida itu adalah hasil dari proses pertanian yang menyebar ke rerumputan dan diambil oleh peternak untuk diberikan pada hewan ternaknya.

“Misalnya, ada tanaman tebu yang baru dikasih obat. Kemudian oleh warga disebelah tanaman tebu itu, diambil rumputnya dan dikasihkan pada hewan ternak. Sehingga hewan ternaknya mengalami keracunan,” ungkapnya.

Endang juga membeberkan kemungkinan lain dari kematian hewan tersebut. Salah satunya, kambing-kambing itu berdesak-desaan saat mengalami serangan hewan liar. Sehingga, mereka tidak bisa bertahan dan mati.

“Bisa jadi saat diserang itu, mereka bergerombol dan berimpitan atau terinjak oleh ternak lain. Yang terinjak lemas kemudian mati. Dari kambing yang mati itu, rata-rata kandungnya sempit,” jelasnya. (radar)