Browse By

Dimas Kanjeng Bakal Disidang di Surabaya

Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat mengikuti sidang kasus pembunuhan Abdul Gani di Kraksaan, beberapa waktu lalu. Ia bakal kembali disidang di Surabaya untuk kasus penipuan senilai Rp 24 M.

Terkait Kasus Dugaan Penipuan Rp 24 M

KRAKSAAN – Proses banding atas vonis 18 tahun penjara yang menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi terkait kasus pembunuhan Abdul Gani sampai saat ini masih belum keluar. Meski begitu, Dimas Kanjeng bakal menjalani sidang lainnya terkait kasus penipuan yang menjeratnya.

Salah satunya, terkait kasus dugaan penipuan dengan kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 24 miliar. Pelapornya adalah Muhammad Ali, warga Kudus, Jawa Tengah. Saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, sudah menyatakan berkas kasus itu sudah lengkap alias P-21. Dimas Kanjeng dijerat pasal 378 KUHP. Dengan  begitu, sidangnya bisa digelar dalam waktu dekat ini.

Loading...

Kepastian itu diungkapkan Kasi Orhanda (orang dan harga benda) Kejati Jatim, H. Muhammad Usman. “Saat dikonfirmasi kemarin, Usman mengatakan masih ada sejumlah perkara yang menjerat terdakwa Taat Pribadi, tapi belum disidangkan.

Mulai dari perkara penipuan maupun tindak pidana pencucian uang, (TPPU). “Perkembangan terakhir, berkas yang sudah lengkap itu kasus penipuan 378 KUHP dengan korban asal Kudus.” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Usman menjelaskan, dalam perkara dugaan penipuan itu, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan berkas tahap II dari Polda Jatim. “Nanti akan di sidangkan di PN Surabaya, tidak lagi di Kraksaan. Sebab, korban lebih banyak dari Jawa Tengah,” terangnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung saat di konfirmasi membenarkan, perkara dirgagin penipuan terhadap korbnn asal Kudus dengan  tersangka Taat Pribadi sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihaknya, segera mungkin bakal segera melimpahkan berkas tersebut ke Kejati.

“Jika sudah dinyatakan lengkap, segera mungkin akan dilimpahkan untuk disidangkan. Bisa jadi lusa atau minggu depan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Saat disinggung soal modus penipuan dengan kerugian yang mencapai sekitar Rp 24 miliar, perwira polisi dengan tiga melati di pundakya itu menjabarkan, modus penipuanyang dilakukan oleh tersangka Taat Pribadi, ada-yang melalui pihak ketiga, ada via transfer dan ada pula yang langsung.

”Yang dilaporkan oleh korban adalah Taat Pribadi. Dalam hal lni, tersangkanya hanya taat Pribadi, ” terangnya. (radar)