Browse By

Kasus DD di Gading, Polres Periksa 12 Kades

Penyidik memintai keterangan kepala desa (kades) Sentul, Timbul Sujatmoko sebagai saksi di Mapolres Probolinggo, Kamis (12/10)

Para Kades yang Belum Serahkan Potongan DD

KRAKSAAN – Penyidik tipikor Polres Probolinggo, terus melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi pemotongan dana desa (DD) di Kecamatan Gading. Guna proses penyidikan, kemarin (12/10), 12 kepala desa (kades) di kecamatan Gading dipanggil dan dimintai keterangan.

Mereka adalah kades yang melakukan pencairan DD terakhir dan belum menyerahkan potongan DD pada kedua tersangka. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, para kades yang dipanggil, langsung diperiksa secara estafet dan bergantian.

Para kades mulai datang ke Mapolres Probolinggo, sejak pukul 10.00. Kemudian, kades terakhir yang diperiksa selesai sekitar pukul 16.00. Dari 12 kades yang dipanggil kemarin, sebanyak 10 desa sudah melakukan pencairan DD pada Kamis (5/ 10). Dua sisanya, belum melakukan pencairan DD.

Loading...

Sementara tujuh desa yang sudah menyerahkan potongan DD, telah mencairkan DD pada Rabu (4/10) atau sehari sebelum ada operasi tangkap tangan (OTT). Kades Sentul, Timbul Sujarmoko yang menjadi ketua paguyuban Kades di Gading, termasuk yang diperiksa, kemarin. Menurutnya, mereka diperiksa terkait dugaan pemotongan DD. Namun, mereka hanya berstatus saksi.

“Benar ada 12 kades yang di panggil. Mereka ini adalah kades dari sepuluh desa yang mencairkan dana desa pada Kamis. Dan dua desa sisanya belum mencairkan dana desa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Amin kepala desa (kades) Bulu Pandek yang juga dipanggil, mengaku belum mengetahui pemanggilan oleh penyidik terkait apa. Sebab dirinya belum masuk dan belum dimintai keterangan. Amin pun menegaskan, memang ada kesepakatan bersama tentang pemotongan dana itu.

“Memang sudah ada kesepakatan bersama. Di antaranya untuk studi banding ke Banyuwangi dan Malang sekitar Rp 7,5 juta,” terangnya saat ditemui di depan ruang tipikor.¬†Sayangnya, saat ditanya kegiatan lainnya, Amin memilih diam.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Kasat Reskrim AKP Riyanto saat dikonfirmasi membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 12 kades. Mereka adalah bagian dari proses pemeriksaan pada para saksi. Tujuannya, guna melengkapi proses penyidikan.

“Iya kami panggil mereka untuk dimintai keterangan. Sekarang masih tahap saksi-saksi,” terangnya. Diketahui, pencairan dana desa tahap II di Kecamatan Gading disinyalir disalahgunakan. Itu terungkap saat tim Tipikor Polres Probolinggo, melakukan OTT. Polres Probolinggo akhirnya menetapkan dua PNS sebagai tersangka dalam kasus ini. Yakni kepala seksi pembangunan (Kasi Pam) Sapari dan staf Kecamatan Gading Zainal Abidin. (radar)