Browse By

Soal Dugaan Korupsi DD Kecamatan Gading, Ini Penjelasan Bupati Tantri

Bupati Puput Tantriana Sari

GADING – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari akhirnya angkat bicara soal kasus dugaan korupsi pemotongan dana desa (DD) di Kecamatan Gading. Menurutnya, DD puluhan juta yang diamankan dari kasi Pembangunan dan staf Kecamatan Gading, itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara seluruh kepala desa se-Kecamatan Gading dan pihak kecamatan.

Tantri mengatakan, terkait kasus dugaan korupsi DD di Kecamatan Gading yang kini ditangani Polres Probolinggo, pihaknya tidak akan menyampaikan itu sebuah penyalahgunaan. Sebab, dari hasil kroscek ke kecamatan dan kepala desa, peruntukan DD itu jelas. Serta, memang dikoordinir pihak kecamatan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan di desa-desa.

“Itu bukan sebuah penyalahgunaan. Saya sudah kroscek, tidak hanya ke camat, tapi juga ke kepala desa. Ternyata semua itu sudah hasil kesepakatan antara kepala desa dan pemerintah kecamatan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, kemarin.

Namun, Tantri berharap kejadian ini merupakan yang terakhir dan menjadi pelajaran bagi semua pihak supaya tidak terulang. Sehingga, semua harus memperhatikan penggunaan dan pertanggungjawaban dana desa. “Pokoknya ini menjadi pelajaran. Baik itu bagi kepala desa maupun pemerintah kecamatan untuk lebih berhati-hati. Serta, mengedepankan silaturrahmi,” ujarnya.

Loading...

Disinggung soal pengkoordiniran kegiatan desa oleh 24 pemerintah kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, Tantri menegaskan tidak. Menurutnya, semua kegiatan yang ada di desa ada kalanya dilaksanakan dengan bersinergi. Berdasarkan kesepakatan, pihak kecamatan mengkoordinir kegiatan di desa-desa.

‚ÄúTidak boleh semerta-merta kecamatan mengkoordinir. Jadi, semua bergantung kesepakatan,” ujarnya. Soal sanksi bagi kedua PNS yang kini ditahan Polres Probolinggo, Tantri mengatakan, jika terbukti lndisipliner dan tidak mematuhi apa yang sering dirinya sampaikannya, pasti ada sanksi. Tapi, pihaknya kini tetap mengedepankan praduga tak bersalah.

“Tetap harus kedepankan praduga tak bersalah. Sekarang kami intruksikan pada Inspektorat untuk turun melakukan klarifikasi,” ujamya.

Diketahui, Penyidik Tipikor Polres Probolinggo mengamankan Kasi Pembangunan Kecamatan Gading Sapari dan Staf Kecamatan Gading Zainal Abidin. Mereka disangka melakukan tipikor DD, sehingga harus mempertanggungjawabkannya.

Bersama mereka diamankan DD sebagai barang bukti sekitar Rp 99 juta. Uang itu berasal dari 7 desa yang telah menyerahkan DD, Rabu (4/1) lalu. Namun, pihak kecamatan mengatakan uang itu sejatinya titipan atas sejumlah kegiatan.

Setelah menjalani pemeriksaan sejak Kamis (5/10) lalu, kedua tersangka kembali datang ke Polres Probolinggo keesokan harinya. Sejak jumat (11/10) malam itu kedua tersangka tidak pulang. Sebab, setelah menjalani pemeriksaan keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. (radar)