Browse By

Aliran Sawah Warga Tertutup Urukan Tol

Sejumlah anggota Komisi Il mendatangi lokasi proyek exit tol di Bukir, kemarin. Mereka mendapati irigasi sawah tertutup urukan tol.

GADINGREJO – Usai Komisi lI, kemarin giliran II DPRD Kota Pasuruan melakukan sidak ke proyek pembangunan. Kali ini bukan proyek dari daerah. Tetapi proyek dari pusat didatangi, yakni exit jalan tol di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo. Pasalnya, dewan mendapat laporan warga jika sawah seluas 28,5 hektare tidak dapat ditanami karena tertutup urukan tanah exit jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas).

Ketua Komisi ll DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi mengatakan, kedatangannya ini terkait keluhan warga yang tidak bisa menanami lahan pertaniannya selama 8 bulan karena aliran irigasinya tertutup urukan. Lahan pertanian yang terimbas ini mencapai 28.5 hektare yang berada di Kelurahan Pohjentrek dan Bukir.

“Padahal dalam satu tahun ada 3 kali musim tanam. Dan satu hektarnya dapat menghasilkan 6 ton. Ini sangat merugikan warga. Karena itu, kami mendatangi exit tol untuk menanyakannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Kota Pasuruan, Yunus menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali mendatangi kontraktor tol, namun tidak ada tanggapan. Karena itu, pihaknya meminta bantuan pada dewan.

Loading...

“Akibat aliran sawah warga tidak teraliri air, mereka tidak bisa menanam. Mereka kini kebanyakan jadi pengangguran,” terangnya.

Terpisah, wakil kepala pelaksana proyek Tol dari PT Hutama Gorip KSO, Bambang Yudha menerangkan, pihaknya tidak mengetahui adanya lahan warga yang tidak bisa teraliri. Pihaknya pun tidak mengetahui pola pengalirannya. Sebab ia hanya melaksanakan sesuai dengan gambar kontrak.

“Insha allah dalam waktu dekat, kami akan melakukan pertemuan dengan warga yang lahan pertaniannya terimbas itu untuk dicarikan solusinya,” jelas Bambang. (radar)