Browse By

Tak Sesuai RAB, Dewan Minta Galvalum Proyek Gedung Arsip Diganti

Anggota komisi III DPRD Kota Pasuruan saat menggelar sidak, Selasa (10/10).

PURWOREJO – Komisi III DPRD Kota Pasuruan meminta pelaksana pembangunan fisik gedung Arsip dan Perpustakaan di Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo disesuaikan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Pasalnya, galvalum yang digunakan pelaksana proyek berbeda antara di RAB dengan kondisi di lapangan. Temuan itu diketahui saat Komisi lll DPRD setempat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan, kemarin (10/10).

Dalam RAB disebutkan ukuran panjang galvalum 4 sentimeter dan tebal 0,4 sentimeter. Faktanya, galvalum yang digunakan panjangnya 3,5 sentimeter dan tebal 0,3 sentimeter. Karena itu, Komisi III meminta agar galvalum diganti dengan sepek yang sesuai. Hal itu disampaikan Ketua Komisi III, Helmi.

“Kalau kena beban berat terus menerus seperti hujan deras, bisa mudah ambrol. Bisa-bisa kejadian ambrolnya atap di SDN Bakalan beberapa waktu lalu tertuang kembali,” terangnya.

Loading...

Pelaksana proyek dari PT Delima Manunggal saat ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui adanya galvalum yang tidak sesuai dengan RAB. Pasalnya, gavalum itu merupakan pelimpahan dari pelaksana proyek sebelumnya, yakni PT Cipta Prima Selaras. Sehingga, pihaknya hanya melanjutkan saja.

Namun, keterangan berbeda disampaikan Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Agus Fajar. la menjelaskan jika galvalum untuk ruang baca itu pengadaan oleh kontraktor saat ini, yakni PT Delima Manunggal.

Penggunaan gavalum dengan spesisikasi yang lebih rendah ini, bertujuan untuk menyiasati penggunaan besi penahan untuk memperkuat konstruksi bangunan. “Tadi kami sudah membicarakan hal ini pada pelaksana proyek dan disepakati galvalum dibongkar dan diganti dengan yang ada dalam RAB,” terang Agus.

Diberitakan koran ini sebelumnya, pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan ini sudah dilakukan pada 2016 lalu. Saat itu, pemkot mengalokasikan anggaran Rp 4,1 miliar melalui APBD 2016. Namun, sampai akhir tahun anggaran, pengerjaan proyek ini tidak rampung dan masih menyisakan pembangunan atap sebelah kanan dan kamar mandi serta WC.

PT Cipta Prima Selaras sebagai pelaksana proyek saat itu, menyebut tidak terealisasinya pembangunan fisik sesuai target disebabkan faktor cuaca. Sebab, saat November Desember. sering terjadi hujan. Sehingga pemasangan atap tidak dapat dilajutkan.

Karena itu, tahun ini pemkot kembali melakukan tahap lelang untuk menyelesaikan pembangunan gedung ini dan diketahui pemenangnya adalah PT Delima Manunggal. Selain itu, pemkot juga menambah sejumlah fasilitas penunjang. Yakni taman, musala, tempat parkir, pagar, gedung serbaguna, dan kafeteria dengan anggaran Rp 3 miliar. (radar)