Browse By

Kasus Korupsi Aset Desa, Eks Kades Rangkang Didakwa Pasal Berlapis

Lahan aset Desa Rangkang yang dijual kini telah didirikan rumah

KRAKSAAN – Mantan Kepala Desa (Kades) Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Ruspandi menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (9/10) lalu.

Dalam persidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ruspandi dengan pasal berlapis. Atas dakwaan itu, terdakwa tak mengajukan eksepsi. JPU Neny Wuri Handayani mengatakan, Ruspandi didakwa telah menjual lahan aset desa pada 2009 sampai 2015. Lahan seluas sekitar 4.600 meter persegi itu diecer menjadi tanah kavling.

“Terdakwa beralasan, aset desa yang lama tidak difungsikan itu dijadikan lahan kavling untuk warga. Hasil perhitungan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Sesuai nilai objek lahan yang tertera di SPPT,” ujarnya, kemarin.

Karenanya, Neny mengaku mendakwa Ruspandi dengan pasal berlapis. Meliputi, pasal 2 ayat (l) UU Nomor 20/2001 tentang Tipikor sebagai dakwaan primer. Serta, subsider pasal 3 atau kedua pasal 9 atau ketiga pasal 12 huruf H undang-undang yang sama.

Loading...

“Ancaman hukumannya maksimal selama 20 tahun penjara., ujarnya. Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim yang diketuai oleh Rohmat itu, menanyakan terdakwa dan penasihat hukumnya mengajukan eksepsi atau tidak. Ternyata, terdakwa memilih tidak mengajukan eksepsi.“Terdakwa meminta sidang selanjutnya Senin (16/1), pemeriksaan saksi,” ujar Neny.

Diketahui, Kejari Kabupaten Probolinggo mencium adanya dugaan tipikor di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan. Praktiknya berupa penjualan lahan aset desa yang lama tak difungsikan. Hasilnya, penyidik mendapatkan sejumlah buku dan menetapkan Ruspandi sebagai tersangka.

Penjualan lahan aset desa itu diduga dijual pada 2009 sampai 2015, saat Ruspandi masih menjabat sebagai kepala Desa Rangkang. Lahan itu dikavlingkan dan kini sudah banyak ditempati warga. Senin (9/10), Rupandi mulai diadili dan didakwa pasal berlapis.

Namun, atas perkara ini penasihat terdakwa, Yuliana belum berhasil dlkonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan teleponnya, sampai berita ini ditulis tadi malam tak ada respon. (radar)