Browse By

Relokasi Pedagang Pasar Bukir Tunggu Penghitungan Anggaran

Tempat yang digunakan pedagang mebel di Bukir untuk menaruh baang-barangnya, usai insiden terbakarnya pasar mebel Bukir.

GADINGREJO – Puluhan pedagang Pasar Mebel Bukit yang jadi korban kebakaran, sepertinya harus lebih bersabar untuk dapat kembali berjualan. Pasalnya, Pemkot Pasuruan menegaskan bahwa relokasi masih menunggu hasil penghitungan kebutuhan anggaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Muallif Arif mengatakan, pembuatan lokasi sementara bagi 31 pedagang korban kebakaran akan dilaksanakan tahun ini. Relokasi ini nantinya menggunakan dana tidak terduga .

“Walikota Setiyono telah menetapkan kejadian kebakaran ini sebagai bencana. Karena itu, relokasinya dilakukan tahun ini menggunakan dana tidak terduga,” katanya. Ayik- sapaan akrabnya – menjelaskan, pemkot sudah menentukan tempat relokasi bagi pedagang. Yakni, di lapangan yang berada di sisi timur los pedagang yang terbakar. Namun, pihaknya belum dapat memastikan waktu relokasi.

Hal ini menurutnya bukannya tanpa alasan. Pasalnya, dalam pengajuan untuk mencairkan dana tidak terduga harus disertakan biaya yang dibutuhkan dan lokasinya Saat ini, pihaknya masih melakukan penghitungan kebutuhan anggaran untuk membuat relokasi bagi pedagang.

Loading...

”Relokasi tidak harus menunggu hasil labfur Polda. Sebab akan membutuhkan waktu yang lama. Namun, saya berharap pedagang bersabar,” terang Ayik. Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Mebel Bukit, Lilik Suciati mengatakan, ia dan rekan- rekannya sesama pedagang berharap agar relokasi bagi pedagang segera direalisasikan. Sebab, banyak pedagang yang mengeluh karena sudah tidak dapat berjualan beberapa minggu terakhir.

“Memang tidak semua. Namun, sebagian pedagang sudah mulai mengeluh karena tidak memiliki lapak untuk berjualan selain los yang sudah terbakar,” tuturnya. (adar)