Browse By

Hina Jokowi dan Kapolri, Pria Asal Bangil Diringkus Polda Jatim

Haidar (tangan terborgol) saat dirilis Polda Jatim Senin (9/10). Nampak Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukkan barang bukti berupa screen shot akun Instagram milik Haidar.

SURABAYA – Kasus penghinaan terhadap pejabat negara kembali dilakukan warga asal Kabupaten Pasuruan. Setelah Juli lalu warga asal Pasrepan, kali ini hal serupa kembali dilakukan oleh pemuda asal Bangil. Akibatnya, pelaku yang menghina Presiden Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian tersebut, harus berurusan dengan polisi.

Kasus yang dilakukan warga Bangil ini sedikit berbeda. Pelaku yang diketahui bernama Haidar, 21, warga Jalan Layur, Kelurahan Gempeng, Bangil Pasuruan, menghina dua pejabat negara dengan membuat meme dan di upload di lnstagram. Hinaannya bahkan cenderung mengarah pada ujaran kebencian.

lnformasinya, ujaran kebencian lewat media sosial lnstagram itu sudah dilakukanya sejak bulan Juli 2017 yang lalu. Saat itu tersangka yang merasa prihatin dan tidak suka gaya pemerintahan sekarang ini langsung melampiaskannya lewat media sosial.

“Tersangka ini telah menghina pejabat negara dan simbol negara lewat meme dan kata-kata yang tak pantas lewat akun instagrarn Haidar_bsa., ujar Barung kepada awak media, kemarin (9/10). Barung menambahkan bahwa penangkapan terhadap tersangka ini bermula dari adanya laporan masyarakat.

Loading...

Kemudian polisi sudah memantau akun instagram tersebut sejak tiga bulan. Dalam akun tersebut salah satu postingannya yaitu menghina Jokowi sebagai antek komunis dan Jenderal Tito Karnavian sebagai DN Aidit era baru.

Sementara itu Kasubdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana menjelaskan bahwa tersangka ditangkap di rumahnya, Sabtu (7/10) lalu. “Tersangka kami amankan dari rumahnya. Menurut pengakuannya, dia menggunakan sarana i Phone 7 miliknya untuk menyebarkan ujaran kebencian itu,” ungkap Ari saat rilis di Humas Polda Jatim.

Ari melanjutkan bahwa tersangka ini mengambil meme ujaran kebencian itu dari intemet. Kamudian oleh tersangka meme tersebut di posting dalam instagram miliknya yang memiliki follower sebanyak 7.078 pengikut.

“Tersangka mengambil gambar meme ini dari internet. Namun saat diposting, yang membuat caption adalah tersangka sendiri,” ucap perwira menengah dengan dua melati di pundaknya itu.

Menurut pengakuan Haidar, dia nekat melakukan hal itu karena emosi dengan kondisi pemerintahan saat ini yang banyak merugikan masyarakat dan tidak berpihak kepada umat Islam. “Saya emosi dan dengan spontan melakukan hal itu. Sudah puluhan kali saya upload,” aku Haidar sambil menutupi mukanya.

Dari penangkapan itu Unit IV Cyber Crime berhasil menyita barang bukti sebuah i Phone 7 type 17845 warna hitam yang digunakan sarana dan satu bendel screen shoot akun instagram atas nama Haidar_bsa.(radar)