Browse By

Dipindah, Omzet PKL Menurun

Para PKL yang berjualan di depan SMPN 5 Kota Probolinggo.

KANIGARAN – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di depan SMPN 5 Kota Probolinggo, kini harus bersabar. Sebab. sejak di pindah keseberang jalan di depan SMPN 5 Kota Probolinggo, mereka mengaku pendapatannya menurun.

Sebelumnya mereka biasa berjualan tepat di depan SMPN 5. Namun, sejak dua pekan terakhir mereka harus berjualan di seberang jalan atau di sisi barat Jalan Cokroaminoto, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran. Tapi, kemarin ada empat PKL yang kembali menempati posisi lama.

Salah seorang pedagang yang terpaksa pindah itu ada Sugianto. Pedagang sempol ayam ini mengaku sejak 2 pekan terakhir diminta pindah ke seberang jalan oleh Satpol PP. “Satpol PP yang menyuruh pindah. Diminta pindah ke seberang jalan SMPN 5,” ujarnya.

Ternyata, pindah tempat ini berimbas pada pendapatannya. Penjualan sempolnya jatuh sampai 50 persen dibanding sebelum pindah ke lokasi baru yang jaraknya sekitar 100 meter dari SMPN 5. “Sebelum dipindah saya jualan dari pukul sepuluh sampai pukul tiga sore bisa menjual sampai 1.200 sempol. Sekarang hanya separuhnya,” ujarnya.

Loading...

Namun, sebagian PKL yang sempat pindah kini memilih kembali ke lokasi lama. Mereka beralasan di sisi barat jalan terlalu banyak pedagang, Selain itu, lokasi baru itu juga cukup jauh dari Iokasi lama mereka berjualan.

Sedangkan, Kepala Dinas Polisi Pamong Praja Kota Probolinggo Sudiman membenarkan, pihaknya yang meminta para PKL itu pindah dari tempat awalnya di depan SMPN 5 ke seberang jalan. “Sebenarnya bukan penataan PKL, tapi hanya memindahkan. Ini karena berkaitan penilaian Kota Sehat, makanya dipindahkan,” ujarnya.

Namun, Sudiman berharap para PKL itu tidak kembali ke tempat lama. Tujuannya, agar arus lalu lintas di depan lembaga pendidikan itu lancar. Sudiman juga mengaku banyaknya PKL yang kembali ke tempat lama. (radar)