Browse By

Antar Reuni, Sopir Ditemukan Tewas

Zainal Arifin saat pertama kali ditemukan tergeletak di toilet SPBU Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, (8/10)

Terkunci di Kamar Kecil SPBU

LECES – Seorang sopir sebuah minibus ditemukan tak bernyawa di kamar kecil Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/10) malam. Tak ayal, jenazah korban yang ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB, itu jadi perhatian warga.

Apalagi, saat itu korban yang diketahui bernama Zainal Arifin, 38. warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, itu berada di SPBU bersama rombongannya. Saat itu, korban berhenti dan pamit kepada rombongannya untuk ke kamar kecil. Namun, di kamar kecil itulah korban ditemukan meregang nyawa.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, korban yang diketahui berprofesi sebagai seorang sopir itu hendak pulang setelah mengantarkan rombongan sejumlah ibu-ibu mengikuti acara reuni di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Loading...

Sepulang dari acara reuni itu, rombongan berhenti untuk istirahat di SPBU di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces. Seperti tidak akan terjadi apa-apa, korban pamit hendak buang air dan langsung menuju ke kamar kecil di area SPBU. Sedangkan, rombongannya menunggu di mobil sambil beristirahat. Para penumpang itu juga tak mempunyai firasat, akan terjadi sesuatau pada sopimya.

Karena Zainal tak kunjung kembali, salah satu dari rombongan mengecek korban dengan mengetuk pintu kamar kecil tempat korban buang air. Tapi, ketukan itu tak ada jawaban, sehingga orang yang mengecek tadi langsung kembali dan memberitahukan kepada rombongannya. Kemudian, mereka bersama-sama mendobrak pintu kamar kecil yang terkunci dari dalam.

“Saat didombrak korban sudah tidak bernyawa dan posisinya sudah berada di lantai,” ujar Kapolsek Leces, AKP Sugeng Wikahanto. Mendapati korban meninggal, rombongan itu panik dan melaporkannya ke petugas SPBU. Laporan ini diteruskan ke pihak kepolisian.

“Setelah mendapat laporan itu kami langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Sugeng.

Sugeng menjelaskan, saat olah TKP dan memeriksa tubuh korban, pihaknya tidak menemukan bekas tanda tanda luka akibat penganiayaan. Korban juga sempat dibawa ke Puskesmas terdekat untuk divisum. Menurut Sugeng. saat ditemukan kondisi pintu kamar kecil itu juga dalam keadaan terkunci dari dalam. Sehingga, diduga korban meninggal karena penyakit yang diderita.

“Korban meninggal karena penyakit bukan dibunuh. Saat ditemukan pintu kamar kecil yang ditempati masih terkunci,” ujarnya. (radar)