Browse By

Polisi Tahan Kasi-Staf Kecamatan Gading

Diduga Terlibat Pemotongan Dana Desa

GADING – Penyidik Tipikor Polres Probolinggo tidak ingin berlama-lama menyelidiki kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Kecamatan Gading. Setelah memeriksa saksi-saksi dan keterangan saksi ahli, penyidik pun menetapkan dua tersangka atas dugaan pemotongan DD Kecamatan Gading.

Keduanya yang ditetapkan tersangka yakni Kasi Pembangunan Kecamatan Gading inisial SP. Satu tersangka lagi adalah staf Kecamatan inisial Z. Dengan dasar mengantongi dua alat bukti yang cukup, kedua tersangka pun sudah ditetapkan untuk ditahan sejak jumat (6/10) malam.

Loading...

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, uang DD yang diamankan sebagai barang bukti berkisar Rp 99 juta. Itu semua berasal dari 7 desa yang telah menyerahkan uang DD itu ke tersangka Rabu lalu (4/1). BB uang DD sekitar Rp 99 juta itu ternyata diamankan dari tangan tersangka SP dan Z. Namun, paling besar uang DD itu dipegang oleh tersangka SP.

Kecamatan pun berdalih bahwa uang DD yang diseserahkan desa itu sejatinya titipan atas sejumlah kegiatan. Seperti rencana kegiatan studi banding ke Jogjakarta sekitar Rp 7,5 juta; anggaran sekitar Rp 2 juta untuk pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD); baner APB Desa Rp 100 ribu; dua prasasti dari marmer masing-masing Rp 500 ribu; ditambah sekitar Rp 2,8 juta untuk narasumber dari enam kegiatan dan anggaran kegiatan lainnya yang memang harus bersinergi.

Pantauan Jawa Pas Radar Bromo menyebutkan, setelah menjalani pemeriksaan sejak Kamis (5/10), kedua tersangka kembali datang ke Polres Probolinggo keesokan harinya. Nah, sejak jumat (6/10) malam itupun kedua tersangka pun tidak pulang ke rumahnya.

Pasalnya, setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Itu dibuktikan, kedua tersangka berada di ruang tahanan. “Iya mas, sudah ditahan ada di dalam tahanan,” kata salah anggota polisi yang enggan dikorankan namanya.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat dikonfirmasi, tidak menampik bahwa kedua tersangka sudah ditahan. Pihaknya sudah memerintahkan pada Kasatreskrim untuk melengkapi semua alat bukti yang ada. Karena untuk kasus dugaan korupsi, membutuhkan keterangan saksi, kerugian negara dan barang buktinya.

“Iya berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi bisa menjadi dua alat bukti, kami tetapkan keduanya sebagai tersangka. Kami juga sudah tahan keduanya (tersangka),” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (8/10).

Saat dlsinggung soal penjelasan modus dugaan korupsi dana desa di kecamatan Gading tersebut, mantan Kapolres Tuban itu masih enggan membeber terlalu dalam. Dia hanya menyebutkan, penjelasan lebih lanjut soal praktik dugaan pemotongan dana desa tersebut masih menunggu proses penyidikan.

“Soal perkembangannya nanti dulu,” tuturnya singkat. Sementara itu, Camat Gading Zainuddin belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon. tak kunjung diangkat. Termasuk ketua paguyuban desa Kecamatan Gading, Timbul belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon tak kunjung dijawab. (radar)