Browse By

Hilang Sehari, Pencari Kerang Ditemukan Tewas

Proses evakuasi Misnadi, pencari kerang yang ditemukan tewas di perairan Desa Pesisir, Gending, Sabtu (7/10).

Korban Tak Bisa Berenang

GENDING – Hilang sejak jumat (6/10), Misnadi alias Sumo, 55, warga Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tewas. Mayat pencari kerang itu ditemukan tersangkut jaring nelayan di pantai Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, kemarin (7/10).

Korban ditemukan secara tidak sengaja oleh nelayan yang sedang mencari ikan di laut, pukul 07.45. Saat itu, nelayan tersebut tengah menarik jaring sepanjang 200 meter. Namun, di jaring itu ditemukan mayat korban. Salim, 35, warga Desa Pesisir yang ikut mengevakuasi korban mengatakan korban mengambang di permukaan laut dengan keadaan telentang, tersangkut jaring. dan kepalanya menghadap selatan.  Lokasinya sekitar 1 kilometer dari daratan.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi masih memegang tempat berisi kerang yang didapat. “Korban memang pencari kerang. Bahkan, waktu ditemukan, kerang yang didapat masih dipegang. Mungkin korban kedinginan,” tuturnya.

Loading...

Korban lantas dievakuasi oleh tiga warga dengan menggunakan sarung ke daratan. Selanjutnya, diangkat dengan tandu ke ambulance. Jenazahnya masih utuh, tidak ada luka-luka. Hari itu juga, pukul 0830, mayat korban dibawa ke rumah duka oleh keluarga dengan mobil ambulance milik Pemerintah Desa Pesisir.

Armogi, 45, anak tiri korban, warga Dusun Dam, Desa Alassapi menjelaskan, bapak tirinya pergi ke laut tanpa memberitahu. Dia mencari kerang bersama sejumlah warga Desa Alassapi. Namun, mereka berangkat terpisah. Warga naik pikap ke Desa Pesisir, sehabis salat lumat. Sementara korban naik sepeda pancal, juga selepas salat jumat.

Menjelang magrib, warga yang mencari kerang. pulang bersama. Namun, korban belum pulang juga, hingga magrib. Keluarga sendiri menurut Armogi, memang melarang korban mencari kerang ke laut. Sebab, korban mempunyai sakit sesak napas. Selain itu, korban tidak bisa berenang.

”Tahu bapak belum pulang, saya khawatir sesak napasnya kambuh. Karena itu, habis maghrib saya mencari bersama keluarga dan tetangga,” katanya. Sebelum mencari bapak tirinya, Armogi melapor ke Kades Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, Dwi Jatmiko, sekitar pukul 17.00.

Dia bersama keluarga dan tetangga 25 orang, lantas mencari korban. Mereka mencari dari dari barat ke timur, sejak air laut mulai pasang sampai air laut setinggi lutut. Dwi Jatmiko, Kepala Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar menambahkan, begitu korban dilaporkan hilang, pencarian dilakukan dengan maksimal. Menurutnya, pukul 16.30, sebenarnya korban diajak pulang oleh pencari kerang yang lain.

“Berdasarkan keterangan warga, sebenarnya korban ini sempat diajak pulang. Tapi, korban menolak dan tetap mencari kerang. Dia mencari kerang untuk dimakan sendiri,” tuturnya. Hilangnya korban juga dilaporkan ke Koramil Gending, dan Polsek Gending.

Babinsa Koramil Gending, Sersan Dua Gimun menjelaskan, laporan hilangnya korban, diterima pada jumat (06/10), pukul 19.30. “Saat itu juga, kami melakukan pencarian bersama Koramil, Polsek, BPBD, pihak keluarga, dan perangkat desa dibantu warga,” tuturnya.

Tidak hanya itu, hilangnya korban juga dilaporkan ke Kades Pesisir, Kecamatan Gending. Sanemo, Kepala Desa Pesisir membenarkan hal itu. Menurutnya, pihaknya menerima laporan korban hilang, pada pukul 21.00 dari Kepala Desa Alassapi. Laporan menyebutkan, warganya tidak pulang sejak selesai salat jumat.

“Informasi tersebut dilaporkannya juga kepada Kapolsek Gending. Bahkan kami laporkan ke Polres tadi malam (jumat malam, Red.),” terang Sanemo. Alhasil. malam itu, tidak hanya warga Desa Alassapi yang mencari korban. Warga Desa Pesisir, Kecamatan Gending juga mencari korban bersama Polsek Gending, Koramil Gending dan BPBD Kabupaten Probolinggo.

Pencarian dilakukan pencarian di sekitar perairan Desa Pesisir, hingga ke tengah laut. Korban akhirnya ditemukan pada pukul 07.45, tersangkut di jaring salah satu nelayan warga Desa Pesisir. Sanemo menduga, korban tersangkut selama 10 jam sejak air pasang. Korban yang memiliki riwayat sesak napas. roboh dan terjatuh, karena terkena air pasang yang dingin. “Karena tidak bisa berenang, korban akhirnya terbawa air pasang,” tuturnya. (radar)