Browse By

Dipakai Putri Indonesia Batik Laku Rp 50 juta

Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw saat tampil di puncak Kemilau Batik Probolinggo.

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari puas dengan suksesnya penyelenggaraan Semarak Kemilau Batik 2017, Jumat (6/10O) malam.  la berharap, event yang digelar untuk mengapresiasi kiprah perajin batik di kabupaten itu, bisa meningkatkan daya tawar batik asal Kabupaten Probolinggo.

Termasuk kehadiran Putri lndonesia 2016, Kezia Warouw, dalam acara yang digelar Disperindag Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo itu. Kehadiran perempuan Manado itu, menjadi salah satu upaya pemkab makin mengenalkan batik khas kabupaten.

Acara Semarak Kemilau Batik yang digelar di Alun-alun Kota Kraksaan malam itu sangat meriah. Dimulai pukul 19.00, ratusan undangan yang hadir, mendapat suguhan penampilan 12 model dari Color Inc Malang. Mereka berlenggak-lenggok di catwalk dengan memamerkan busana batik Kabupaten Probolinggo yang dibuat 12 pebatik.

Tak ketinggalan, sebagai bintang tamu, Kezia Warouw juga tampil di panggung memakai batik Rengganis dari Kecamatan Krejengan. Batik berwana dominan kuning itu, dipadukan dengan gaun panjang hitam. Tampilan memukau perempuan yang akrab disapa Keke itu mendapat aplaus undangan.

Loading...

Maklum saja, kualifikasi Keke sebagai seorang model tidak diragukan. Buktinya, ia berhasil meraih gelar Putri Indonesia 2016 serta Top 13 Miss Universe 2016. Dengan tinggi 1,83 meter dan pilihan kombinasi warna yang pas, membuat penampilannya malam itu sangat wah.

Bupati Tantri berharap, gelaran Semarak Kemilau Batik ini menggugah kembali semangat para pebatik Kabupaten Probolinggo dalam berkarya. Tak hanya sekadar berkarya, namun juga memiliki daya saing dengan daerah lain. Sehingga, nantinya batik Probolinggo bisa dikenal hingga luar daerah.

“Cita-cita saya sejak menjabat sebagai bupati, ingin membesarkan batik produk lokal. Karena itu, saya mendorong OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk berperan serta. Salah satunya dengan membuat event lomba desain motif batik. Dari situlah kemudian muncul berbagai perajin batik,” ungkapnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono mengatakan, banyak cara untuk mempromosikan batik. Salah satunya dengan kegiatan seperti Semarak Kemilau Batik Kegiatan ini menurut Tanto-sapaannya, juga sebagai penghargaan pada pebatik.

“Ajang ini merupakan promosi batik khas Kabupaten Probolinggo. Dengan adanya batik-batik ini, kami bisa bersaing dan melestarikan warisan leluhur,” ungkapnya. Kezia Waraouw sendiri sangat mengapresiasi gelaran batik yang diinisiai pemkab. Menurunnya, untuk lebih mengenalkan batik ke luar daerah, perlu dukungan dari masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Pesan saya tetap lestarikan budaya, pariwisata, dan juga UKM kabupaten agar lebih baik lagi. lbu (bupati, Red) bilang sama saya untuk tahun ini fokus membangun pariwisata dan budaya, termasuk batik,” kata Keke. Sebelum acara berakhir, pukul 22.30, gaun yang digunakan Keke dilelang. Gaun dengan batik Rengganis itu direbutkan Kades Dringu Buhori dan pemilik batik Rengganis sendiri, Rusyami.

Dari harga awal Rp 5 juta, batik itu akhirnya lepas dengan harga Rp 50 juta. Pemenangnya tak lain Rusyami sendiri. la “tak rela” batik bikinannya yang dipakai Keke jatuh ke orang lain. Acara itu sendiri dihadiri pejabat pemkab, pengusaha, sponsor, dan tokoh masyarakat.

Di deretan kursi tamu penting, juga terlihat Hasan Aminuddin, suami Bupati Tantri yang juga anggota DPR RI dan Wakil Bupati Timbul Prihanjnko. (radar)