Browse By

Kezia: Bromo Wisata yang Komplit

Puteri Indonesia Cikita Warouw naik kuda dipandu Camat Sukapura, Yulius Christian menjelajahi agrowisata di lereng Bromo.

SUKAPURA – Putri Indonesia 2016 Kezia Warouw benar-benar menikmati kunjungan perdananya ke Gunung Bromo. Pemilik nama Kezia Ruslin Cikita Warouw itu menyebut Bromo sebagai pariwisata yang lengkap. Wisatawan tak hanya disuguhi panoramanya saja.,namun juga seni budaya, kuliner, plus kehangatan penduduk lokal.

“Di sini itu asyik banget. Banyak kelebihannya dibanding dengan wisata lainnya. Wisatawan yang berkunjung jangan hanya melihat sunrise saja. Tapi rasakan nikmatnya kuliner dan keramahan warganya. Itu memberikan kepuasan tersendiri,” terang perempuan kelahiran Manado ini.

Kezia-sapaan akrabnya-yang diundang dalam kegiatan Semarak Kemilau Batik, kerja bareng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Jawa Pos Radar Bromo itu, memang mendapat kesempatan untuk menikmati panorama Bromo, kemarin (6/10).

Sejak pagi sekitar pukul 06.30, perempuan kelahiran 18 April 1991 itu berkunjung ke Penanjakan 2 di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Setibanya di Penanjakan 2, Kezia langsung disambut dengan Ojung yang dibawakan masyarakat Suku Tengger.

Loading...

Kezia juga mendapat kehormatan berupa pengalungan kain khas Tengger. Dalam kunjungan tersebut, Kezia didampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Sidik Wijanarko; Kepala Disperindag Tanto Walono; Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tutug Edi Utomo; Camat Sukapura Yulius Christian; serta anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang juga tokoh adat Tengger, Supoyo.

Puas menyaksikan pertunjukan Ojung, Kezia dibawa menuju Pawon Tengger (dapur Suku Tengger, Red) untuk menyantap sajian kuliner khas Suku. Mulai nasi aron, lepet, kucur, dan juga berbagai makanan lainnya. “Hemmmmm sangat lezat. Apa lagi pemandangannya,” tuturnya.

Setelah puas mencicipi kuliner, Kezia yang menyandang predikat 13 besar Miss Universe 2016 itu, diajak melihat pertanian warga lokal. Kezia semakin senang, lantaran jalan-jalannya kali ini menggunakan kuda. Dengan menunggangi kuda, ia juga diajak melihat wisata kebun stroberi yang ada di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura. Bahkan, Kezia juga berkesempatan mencicipi buah yang banyak ditanam warga setempat.

Keindahan alam dan hasil bumi yang melimpah itu, membuat Kezia merasa betah. “Sangat indah. Ini merupakan karya ciptaan Tuhan yang sangat menakjubkan,” ujarnya. Keindahan alam Gunung Bromo semakin sempurna, ketika penduduk lokal tetap memegang teguh adat istiadat.

“Luar biasa sekali. Baru pertama kali saya menginjakan kaki di Bromo, sambutannya sangat luar biasa. Mereka menyambut saya dengan ramah,” ujarnya. Tak berhenti sampai disitu, Kezia kembali mendapat suguhan alam mempesona di bukit Teletubbies Bromo.

Sementara itu, Kepala Disporaparbud Sidik Wijanarko mengatakan, kedatangan Putri Indonesia ke Gunung Bromo terutama Seruni Point, diharapkan semakin mendongkrak pariwisata Bromo. “Kunjungan ini sekaligus mempromosikan Seruni Point agar lebih dikenal. Yang mana Seruni Point ini lokasi yang tidak kalah indah untuk menikmati sunrise di Probolinggo. Lokasi ini juga kami anggap paling aman untuk melihat Gunung Bromo ketika erupsi,” katanya. (radar)