Browse By

Dua Bulan Bebas, Residivis Didor

Eko Saproni (dua dari kiri) meringis kesakitan saat dipapah petugas Polsek Paiton, kemarin.

Duit Hasil Curian untuk Biaya Sekolah Adik dan Traktir Teman Ngopi

PAITON – Eko Saproni, 26, warga Dusun Krajan RT 08, RW IV, Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, kemarin hanya bisa meringis kesakitan. Untuk sekadar Jalan, ia harus dipapah dua petugas Polsek Paiton. Kaki kirinya nampak diperban. la mengalami luka usai ditembak polisi saat berupaya kabur pada Rabu (4/10) lalu. Eko merupakan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan.

Kapolsek Paiton AKP Riduan, Eko ditangkap lantaran mencuri di rumah Ali Mahfud, 44 warga Dusun Kejawan, Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton. “Pada 29 September, ada yang malapor bahwa rumahnya dibobol maling sehari sebelumnya (28/09). Barang-barang yang hilang itu, 1 unit motor, 1 kamera digital, dan 1 buah Akik. Kerugian korban ditaksir sekitar Rp 40 juta,” terangnya.

Nah, dari laporan itu, pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan. Dari keterangan sejumlah saksi dan hasil penyelidikan, polisi mengantongi nama Eko. Eko ditangkap Rabu (04/10) pukul 16.15. Saat itu, ia tengah berada di tepi jalan raya Desa Binor. la tengah menghadang kendaraan untuk pulang ke rumahnya setelah bermain bersama teman-temannya.

Loading...

Melihat ada petugas yang akan menangkapnya, Eko berusaha kabur. “Kami beri tembakan peringatan, pelaku tetap berusaha kabur. Sehingga, kami terpaksa melumpuhkan pergelangan kaki kirinya,” beber Riduan.

Dari pemeriksaan polisi, ternyata diketahui bahwa Eko merupakan seorang residivis. la pernah ditahan atas kasus yang sama; pencurian. “Sebelumnya, pelaku pernah melakukan pencurian tabung gas elpijl di wilayah Paiton. Ia saat itu sempat dipenjara 8 bulan. la baru dua bulan keluar dari penjara.” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Saat ini Eko pun dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara. “Bahkan bisa dimaksimalkan oleh hakim. karena tersangka ini residivis,” beber Riduan. Sementara itu. tersangka Eko Saproni mengaku, hasil pencuriannya itu telah dijual. Motor Honda Vario hitam dijual ke salah satu warga di Kecamatan Tiris.

“Sebelumnya saya sempat bingung mau jual kemana. Akhirnya, saya jual bersama teman saya seharga Rp 2.5 juta.” terangnya. Eko mengaku. ia sudah tiga kali ini masuk penjara. la mengaku nekat mencuri lantaran untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Duit hasil curian itu saya kasihkan ke ibu saya untuk biaya sekolah adik saya,” akunya sambil meringis kesakitan memegangi kakinya. Sebagian duit hasil curian itu dimanfaatkannya untuk membeli kartu perdana dan mentraktir teman-temannya untuk ngopi.

“Duit penjualan motor dibagi dua dengan teman saya. Saya hanya menerima Rp 1.150.000, saya berikan ke ibu saya. Sementara Rp 150 ribu untuk orang yang menawarkan motor, sisanya Rp 50 ribu untuk bensin,” terangnya. (radar)