Browse By

Belajar Kelompok, Pelajar SMPN 2 Probolinggo Tewas Kesetrum

Tim Inafis Polres Probolinggo Kota saat melakukan Olah TKP

MAYANGAN – Malang dialami Setya Dharma Nurabasila, 14. Pelajar SMPN 2 Kota Probolingo itu. meninggal kesetrum saat belajar kelompok di rumah temannya, Kamis (5210) malam di Jalan Minak lingga, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Kota Probolinggo.

Warga Jalan Gubernur Suryo, Gang Karya Bakti/B. Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, itu meninggal saat dilarikan ke RSUD dr. Moh. Saleh kota setempat, pukul 18.45. Malam itu juga, pukul 20.35, jenazahnya dibawa pulang oleh keluarga dan dimakamkan di TPU Tisnonegaran, dekat rumahnya.

Sebelum kejadian itu menurut Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Pujiyono, sekitar pukul 14.30. korban berangkat ke rumah teman sekolahnya, Muhammad Esa di Jalan Minak Jinggo. Tidak sendiri, korban datang bersama delapan temannya untuk belajar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Sekitar pukul 16.30, korban pulang ke rumahnya untuk mandi dan menukar sepeda motor. Lalu pukul 17.15, korban berangkat lagi ke rumah Esa (panggilan Muhammad Esa). Dari sana, korban bersama rekan–rekannya yang berjumlah total 10 anak, berangkat ke SMPN 2 kota untuk latihan kegiatan OSIS. Sekitar pukul 18.00, latihan usai. Mereka pun kembali ke rumah Esa.

Loading...

Seampai di rumah Esa, sekitar pukul 18.30, korban dan teman-temannya Iangsung menuju ke dapur di ruang belakang untuk belajar kelompok. Begitu sampai di dapur, korban menghidupkan lampu. Namun, tak sengaja korban memegang besi jemuran yang digantungkan ke atap galvalum.

Diduga, ada aliran listrik yang tersambung ke besi jemuran itu. Korban pun tersengat aliran listrik. Korban pun langsung terpental dan jatuh ke lantai, sampai pingsan. Teman-temannya langsung mengangkat korban ke teras.

Samsiah, orang tua Esa, lantas melarikan korban ke RSUD dr. Moh. Saleh, pukul 18.45, dengan menggunakan mobil. Sayangnya. dalam perjalanan ke RSUD, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Sekitar pukul 19.50, orang tua korban, Serka M. Udin, anggora Yon Zipur 10/2 tiba di RSUD bersama istrinya.

Keduanya pun tak kuasa membendung air mata, saat melihat jenazah anak sulungnya itu. Malam itu juga, pukul 20. 35, jenazah korban dibawa pulang oleh keluarga dan dimakamkan di TPU Tisnonegaran. “Tim ident malam itu sudah mendatangi lokasi. Dan mengamankan sejumlah barang bukli. Termasuk besi yang diduga teraliri listrik,” terang Kasat Reskrim.

Selanjutnya. pihaknya akan koordinasi dengan PLN untuk mencari dan memperbaiki aliran listrik di rumah rekan korban itu. “Kami akan cari dan memperbaiki aliran listrik di sana. Harapannya, kejadian serupa tak terulang lagi,” pungkasnya. (radar)