Browse By

Peringati HUT, Pamer Alutsista sampai Teatrikal

Aksi pejuang yang digambarkan dalam teatrikal HUT TNI di Probolinggo, Kamis (5/10).

PASURUAN – Perayaan HUT TNl ke-72 dirayakan dengan berbagai cara. Mulai dari pamer alat utama sistem persenjataan (Alutsista) sampai teatrikal mengenang perjuangan pahlawan.

Seperti yang dilakukan anggota Batalyon Kavaleri 8/Tank, Beji, Kabupaten Pasuruan. Mereka merayakannya dengan pamer kendaraan baja pada perwira Polres Pasuruan yang kemarin berkunjung.

Bahkan, polisi berebut untuk foto selfy hingga menunggangi kendaraan tempur jenis Leopard tersebut. Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, sudah dua kali ini menunggangi tank Leopard. Meski bukan kali pertama, ia mengaku ada perasaan senang dan gagah ketika ikut berkendara dengan kendaraan baja tersebut.

“Anda bisa merasakan sendiri, bagaimana asyiknya menaiki tank,” terangnya. Menurut Kapolres, kunjungannya ke Yonkav 8 secara khusus ingin mengucapkan selamat atas HUT TNI. Lebih dari itu, kegiatan kemarin juga untuk menjalin sinergitas dengan TNI. Karena Polri dan TNI merupakan pilar yang tak boleh dipisahkan.

Loading...

“Kedatangan kami ke Yonkav sejatinya untuk memberikan kejutan. Karena TNI sedang ulang tahun,” tambahnya. Sementara itu, Komandan Batalyon Kavaleri 8 Tank, Letkol Kav Hermawan Weharima mengungkapkan, ada 60 unit tank Leopard yang ada di Yonkav 8 Beji.

Dari 60 unit Leopard itu, ada dua tipe. Selain Leompard Dua Ampad juga ada Dua RI. Semuanya didatangkan dari Jerman. “Sengaja kami ajak teman-teman Polres untuk ikut naik tank Leopard ini, agar mereka bisa menikmati berkendara dengan tank,” tandasnya.

Sementara itu, peringatan HUT TNI juga dilaksanakan di Kota Probolinggo. Dalam upacara yang digelar di Alun-alun Kota Probolinggo kemarin, ditampilkan sosiodrama sejarah tentang gugurnya pahlawan asal Kota Proboloinggo, Serrna Suroyo.

Setting adegan menampilkan peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Juli 1947. Komandan Kodim 0820 Letkol Kavaleri Depri Rio Saransi mengungkapkan, Kota Probolingo memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa mewujudkan kemerdekaan. Termasuk perjuangan anggota TNI yang berjuang di kota mangga.

“Kami mengangkat kisah semua Suroyo ini, karena berkaitan dengan sejarah Kota Probolinggo. Dimana saat itu Serma Suroyo gugur,” ujarnya

Depri-sapaan akrabnya-menjelaskan, untuk mengangkat kisah Serma Suroyo ini, Kodim mendngarkan aspirasi dari masyarakat. “Banyak yang diusulkan dan memiiiki kisah yang bagus. Namun, dalam kisah Serma Suroyo ini, ada hikmah sejarah ymag bisa kita petik. Yaitu pentingnya semangat untuk bahu membahu melawan penjajah. Karena bagaimanapun juga, kita besar karena tabiat,” ujarnya. (radar)