Browse By

Kasus Korupsi Aset Desa, Eks Kades Rangkang Dijerat Pasal Berlapis

Lahan aset Desa Rangkang yang dijual kini telah didirikan rumah

KRAKSAAN – Setelah melalui proses panjang, kasus dugaan korupsi lahan aset Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya sampai ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Tersangka Ruspandi yang merupakan mantan kepala Desa Rangkang, itu dijadwalkan akan diadili mulai Senin (9/10). Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Ariyanto mengatakan, pasca pelimpahan tahap dua Senin (25/9) lalu, pihaknya menyusun dakwaan untuk Ruspandi.

Begitu rampung, berkasnya langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. “Berkasnya sudah kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor pekan lalu,” ujarnya kemarin. Novan mengaku, pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari Pengadilan Tipikor terkait jadwal persidangan perdana Ruspandi.

Perkara warga Desa kangkung, Kecamatan Kraksaan, itu rencananya akan disidangkan mulai Senin (9/10). Dalam kasus ini, Kejari Probolinggo menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Di antaranya pasal 2 ayal (1) UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor, subsider pasal 3 atau kedua pasal 9 atau ketiga pasal 12 undang- undang yang sama. “Terdakwa Ruspandi akan dikenakan pasal berlapis.” ujar Novan.

Loading...

Penetapan Ruspandi sebagai tersangka, menurut Novan, tidak lepas dari hasil penyelidikan dan  penyidikan. Dari sana terungkap lahan aset Desa Rangkang dialihfungsikan menjadi kavling dan dijual. “Hasil perhitungan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 250 juta,” ujarnya.

Lahan aset Desa Rangkang itu seluas sekitar 4.600 meter persegi. Oleh tersangka, lahan itu dipecah jadi sekitar 60 kavling dan dijual murah. Satu kavling berukuran sekitar 6 meter kali 12 meter dihargai Rp 15 juta. Sedangkan, penasihat hukum tersangka Ruspandi, Bambang Wahyudi sebelumnya mengatakan, kliennya mengakui lahan aset desa itu sejatinya tidak dijual begitu saja, “ Ruspandi ngakunya hanya sebagai korban,” ujarnya. (radar)