Browse By

Warga Desa Gunungtugel Sudah Tiga Bulan Kesulitan Air Bersih

Warga Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, mengangkut air bersih hasil kiriman Polres Probolinggo, kemarin.

Polres Kirim Pakai Water Cannon

BANTARAN – Sejumlah warga Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terlihat semringah, kemarin. Maklum, mereka mendapatkan kiriman 6.000 liter air bersih yang selama ini sulit mereka dapatkan  di desanya.

Air bersih itu dikirim oleh Polres Probolinggo  menggunakan mobil Water Cannon. Kedatangan mobil ini langsung diserbu ratusan  warga. Mereka berebut antre dengan  membawa jeriken untuk mendapatkan air bersih  untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya ada Busar, 35, yang datang  dengan membawa 4 jeriken. Menurutnya,  bila 4 jeriken itu penuh akan bisa digunakan  selama 2 hari. “Alhamdulillah ada bantuan.  Jadi, gak capai-capai untuk mengambil air,” ujarnya.

Loading...

Syukur serupa diungkapkan Samsul, 40. Menurutnya, jika tidak ada bantuan air bersih, warga  biasanya mengambil air di sebuah sumur bor di perbatasan desa. Jaraknya sekitar 1 kilometer.  “Kami bersyukur dengan adanya bantuan ini.  Sehingga tidak perlu mengambil ke tempat  biasanya yang juga sama antre,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Desa Gunungtugel Rupat mengatakan, hampir tiga bulan desanya mengalami kesulitan air bersih. Sehingga, banyak warganya yang mengambil air bersih di desa tetangga. “Kami sebagai pemerintah desa sudah berupaya mengajukan ke pemerintah  agar bisa dilakukan suplay air,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengatakan, pengiriman air bersih itu dilakukan sebagai rasa kepedulian. Polisi  sebagai aparat pemerintah harus bisa hadir dimana saja ketika ada warga yang membutuhkan. “Ini kami lakukan atas dasar kepedulian sesama warga negara. Kami sebagai  aparat pemerintah harus hadir disetiap situasi apapun di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, sejauh ini ada tiga desa yang masih dilanda kekeringan. Jumlah itu berangsur turun dibanding tahun lalu. “Jumlahnya berangsur menurun,” ujarnya.

Anung mengaku, pihaknya sudah berupaya maksimal dalam menangani kesulitan air bersih ini. Mulai berkoordinasi dengan instansi lain hingga koordinasi dengan Pemprov. “Kami  hanya memberikan bantuan air bersih kepada  yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan air bersi, pihaknya juga memetakan daerah paling para terdampak kekeringan. Sehingga, akan dilakukan bantuan permanen. “Sudah kami petakan mana yang  harus dibantu dengan pipa, pengeboran, dan  lain sebagainya,” ujarnya. (radar)