Browse By

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan EPNS

Madinatul Hujjah alias Donon saat memeragakan adegan saat mencekik korban

Pelaku Sempat Kabur ke Surabaya

PURWODADI – Sepekan  setelah kejadian, Polsek Purwodadi melakukan rekonstruksi pembunuhan EPNS, 15, asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kemarin (4/10). Dalam  rekonstruksi tersebut diketahui jika tersangka Muhammad Madinatul Hujjah, alias Donon, 21, sempat kabur ke Surabaya.

Pelaku yang merupakan warga Dusun Ngawen, Desa Pararejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan itu mengaku kebingungan usai menghabisi nyawan korban. Setelah membunuh korban, pelaku  mampir ke rumah temannya, yakni RK 15.

Namun, ia diusir setelah mengaku membunuh korban. Tersangka lantas berjalan tak tentu arah. Sampai akhirnya bertemu dua rekannya yakni UN 18; TL 19. Kepada dua rekannya itu, pelaku juga menceritakan perbuatannya.

Loading...

Merasa tak percaya, kedua rekannya itu mengajak pelaku ke lokasi pembunuhan. Baru setelah melihat korban yang sudah terkapar, rekan pelaku percaya.  Setelah itu, kedua rekan pelaku yang juga mengenali korban, meninggalkan Donon di pinggir  jalan.

Saat itulah, Donon kemudian memilih kabur ke Surabaya  dengan menumpangi bus dari  Lawang. Namun, setibanya di  Terminal Bungurasih, ia kebingungan. Pelaku juga merasa dihantui korban.  Karena itulah, tak sampai sehari di terminal, ia memutuskan  pulang ke rumahnya. Sampai di  rumahnya sekitar pukul 15.30,  Donon kemudian diamankan  polisi.

“Saya menyesal,” katanya  singkat. Total ada 20 adegan yang diperankan oleh Donon dan sejumlah saksi. Mulai dari aksi pesta miras bersama teman-temannya,  yakni MN, 17; NV, 16; RK, 15; EK,  16; AD, 16, di depan kelenteng Tri Darma, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, sampai dia ditangkap polisi.

Adegan pelaku dan korban saat berpesta miras

Rekonstruksi kemarin mendapat kawalan ketat petugas kepolisian. Karena alasan keamanan itu pula, rekonstruksi tak  dilakukan di Tempat Kejadian  Perara (TKP). Melainkan di Mapolsek Purwodadi. Dalam rekonstruksi tersebut, teman-teman pelaku dan korban yang pesta  miras juga dihadirkan.

Kapolsek Purwodadi AKP Slamet Santoso mengatakan, seluruh  saksi kemarin dihadirkan. “Semua saksi kami datangkan agar jalan  peristiwanya jelas dan sesuai  kejadian di lapangan,” ungkapnya. AKP Slamet mengatakan,  pelaku pembunuhan sadis pada  EPNS tetap satu orang.

“Pembunuhan dilakukan pelaku kepada korban secara spontan.  Pelaku menggauli korban terlebih dahulu, baru membunuhnya. Keduanya dalam keadaan mabuk. Pelaku mencekik leher korban  dengan kayu, setelah itu wajah korban ditimpuk dengan batu,”  terangnya.

Motif pembunuhan sendiri  seperti yang telah diberitakan  sebelumnya. Pelaku kesal pada  korban yang menceritakan kegemarannya mabuk pada pacarnya. “Fakta baru tidak ada.  Kemungkinan ada tambahan  saksi lagi yang bakal diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan. Saat ini, yang sudah diperiksa ada 10 orang. Kemungkinan ada tambahan dua saksi  lagi,” katanya. (radar)