Browse By

Ngaku Wartawan, Minta Uang Pengobatan

Ilustrasi

PROBOLINGGO – Modus penipuan mengatasnamakan wartawan kembali marak. Sasarannya yakni pejabat Pemkot  dan Pemkab Probolinggo. Hal ini membuat sejumlah pejabat merasa risih. Pengirim pesan tersebut meminta ditransfer  sejumlah dana untuk keperluan pengobatan seorang wartawan yang tengah sakit.

“Tlg jenengan bantu gotong royong semampunya mas Ary Pak Tutang. kshn oprasi tumor paru2 dirs dr soetomo sby. lewatkan no  rek mas Ary Pak biar tau kluarganya. BCA.0901391903.a/n.ary  Siswanto.tks byk rijkinya.amin.  slm dr teman2 Pers,”.

Begitu bunyi pesan pendek yang dikirimkan pelaku pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Tutang Heru Aribowo. Menurut Tutang, pengirim  pesan pendek dari nomor  082330615935 tersebut, mengaku sebagai Yudha Radar Bromo  Pers.

“Ternyata itu tidak benar.  Saya mau pura-pura mengirim uang. Saat mengetahui kalau saya mau kirim uang, orangnya dari tadi telepon terus. Tapi saya abaikan saja,” bebernya. Tak hanya Tutang saja yang  mendapat pesan pendek seperti itu. Pejabat DLH lainnya juga  mendapat pesan pendek yang sama. Termasuk pejabat Dinas  Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), dan Dinas PU Binamarga. Tak hanya itu, sejumlah pejabat di Pemkab Probolinggo juga mendapat teror yang sama.

Loading...

 Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Alfian Nurrizal yang mendapat informasi itu, lantas melacak  nomor pengirim pesan tersebut.  Nomor itu menurut Kapolresta  beralamatkan di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo,  Kota/Kabupaten Blitar, Jawa  Timur. 

AKBP Alfian mengimbau agar  masyarakat atau pejabat tidak  mudah percaya. “Harus dikonfirmasi dulu pada pihak-pihak  yang disebut. Dinas juga harusnya mengenal rekan-rekan jurnalis, terutama yang lokal,” terangnya.

Saat ini, polisi tengah memburu pelaku pengirim pesan.  Hal senada juga disampaikan Pemred Jawa Pos Radar Bromo Radfan Faisal. Ia meminta pada semua pihak untuk tidak percaya jika ada yang mengatasnamakan wartawan Radar Bromo, kemudian meminta sejumlah uang. 

“Kami mohon untuk tidak percaya jika ada wartawan Jawa Pos Radar Bromo meminta uang untuk keperluan apapun. Termasuk untuk pengobatan. Karena semua karyawan Jawa Pos Radar Bromo sudah difasilitasi asuransi kesehatan,” tegasnya. (radar)