Browse By

Kena PHK, Suami Jadi Parasit

Ilustrasi

REMBANG – Kelakuan Tole (nama samaran), 40, warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan ini tidak layak ditiru. Setelah terkena  PHK dari tempat kerjanya, Tole malah menggantungkan hidupnya pada sang istrinya, Minthul (juga nama samaran), 41.

Maklum saja, Tole malah sering keluyuran tak jelas. Hal itulah  yang membuat Tole rutin meminta uang ke istri untuk uang  saku. Geregetan dengan kelakuan suaminya, Minthulpun menggugat cerai ke Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul mengaku benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya. Padahal, kewajiban memberikan nafkah pada keluarga seharusnya tugas suami. “Eh ini tidak. Setelah di PHK dan gak dapat-dapat kerja, malah menikmati hidup,” keluh  Minthul.

Usia pernikahannya dengan Tole memang tidak bisa dibilang singkat. Setidaknya sudah belasan tahun mereka berumah tangga. Dari pernikahannya, mereka sudah memiliki 2 buah hati. Selama menikah, baik Tole dan   Minthul memang sebelumnya  adalah buruh pabrik.

Loading...

Karena sama-sama bekerja sebagai buruh pabrik, perekonomian keluarga ini aman-aman saja. Bahkan mereka sudah memiliki rumah sendiri, meskipun kecil dan sederhana. Namun,  cobaan berat justru datang setahun yang lalu. Dimana suaminya  terkena PHK dan harus menganggur dalam waktu yang lama.

“Jelas terpukul pas tahu suami  kena PHK. Di usia yang sudah tidak muda lagi, jelas susah dapat kerja lagi,” ungkapnya. Awalnya Tole memang tak terlalu terpukul, bahkan semangat  untuk mencoba mencari kerja  lagi. Sekali dua kali, dan akhirnya  sudah puluhan lamaran yang  dikirimkan tak satupun nyantol. Bahkan lewat koneksi temannya  pun, tak satupun yang membuahkan hasil.

“Setelah itu sampai 6 bulan coba-coba terus, akhirnya nyerah juga. Memang dari pesangon dan mengandalkan gaji saya memang cukup. Tapi ya gitu, lama-lama kan pas-pasan kedepannya,” ujar Minthul.

Setelah tak kunjung dapat kerja, Tole mencoba menghibur  diri dengan memperbanyak aktivitas di luar rumah. Tapi sayangnya, aktivitas cangkrukan suaminya ini justru makin membebani uang keluarga. Ini lantaran  karena tak ada pendapatan lagi,   otomatis Tole selalu meminta  uang saku ke Minthul untuk jajan di luar.

Sekali dua kali, Minthul memang kasihan dan memberikan uang.  Tapi, hal itu justru keterusan.  Hampir setiap hari Tole kelayapan tidak jelas, dan jarang ada  di rumah. Pernah sampai 3  hari tak pulang, dan saat pulang kembali minta uang biar ada pegangan uang.

“Sampai gitu terus beberapa bulan terakhir. Gak peduli keluarga sama anak juga terlantar.  Bahkan karena suami hanya  andalkan saya untuk makan dan meminta uang saku terus ya  sudah terakhir bertengkar. Tak  lama saya pilih cerai saja karena suami sudah seperti itu,” pungkasnya. (radar)