Browse By

Jebol Tembok, Sapi Rp 11 Juta Raib

Tembok yang dijebol pelaku.

WONOASIH – Disatroni pencuri hewan, seekor sapi senilai Rp 11 juta milik Nurrahmad, 48, hilang, kemarin (4/10), pukul  02.00. Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu, menjebol tembok dapur rumah  korban di Jalan Duku, RT 3/RW  4, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Menurut istri korban, Nurhasanah, 43, sapi yang hilang itu  berjenis Limusin, berusia sekitar  3 tahun. Sapi itu baru dibeli,  sekitar tiga bulan lalu dengan  harga Rp 11 juta. Selama ini, sapi dirawat di kandang yang jadi satu dengan dapur.

Selain sapi Limusin, di kandang itu juga ada seekor sapi perah dan seekor kambing anakan. Namun, keduanya tidak ikut di curi.  Nurhasanah mengatakan, sapinya  diketahui tidak ada di kandang,  pukul 02.00. Saat itu, suaminya bangun untuk salat malam. Dia menuju  kamar mandi untuk wudhu.

“Waktu mau wudhu itu, suami  saya nggak langsung ke kamar mandi.  Dia ke kandang melihat sapinya. Sebab kambing yang ada di sana  berbunyi,” ujar Nurhasanah. Saat itulah, sapi Limusin sudah tidak ada di kandang. Tinggal  sapi perah dan kambing.

Loading...

Nurrahmad pun langsung mengecek pintu dapur. Diketahui, pintu  dapur tidak rusak. Lalu, dinding  tembok di arah barat laut, bolong dengan diameter sekitar 50 cm.  Saat itu juga, Nurrahmad menabuh kentongan tanda ada pencurian hewan.

Dia bersama beberapa saudara dan tetangganya kemudian  mencari sapi yang hilang dengan  mengikuti jejak kakinya. “Kami  berharap, ketemu,” tuturnya.  Nurhasanah menduga, maling masuk melalui tembok dapur yang dijebol. Selanjutnya, membuka pintu dapur dan membawa  lari sapi.

“Sepertinya, maling masuk dari lubang dan keluarnya dari dapur. Soalnya pintu dapur tidak rusak,” imbuhnya.  Sementara itu, petugas Satreskrim Polres Probolinggo Kota  langsung melakukan olah TKP,  kemarin siang.

Dari olah TKP diduga, sapi diangkut kendaraan. Sebab, di belakang rumah korban  ada jalan beraspal yang cukup untuk kendaraan roda empat. Kapolsek Wonoasih AKP Sukatno menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pencarian.

“Ya kita lidik dulu. Belum  ada yang kita curigai. Nggak tahu, kenapa yang dicuri hanya satu,”  ujarnya saat ditemui di TKP.  Kapolsek yang baru tiga hari bertugas di Polsek Wonoasih ini  mengatakan, malam harinya  petugas melakukan kring serse (patroli) dengan berjaga di daerah  rawan. Yakni di Sumber Wetan  dan Kareng Lor.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Ipda Mugi, menyayangkan, korban tidak langsung melapor  ke Mapolsek. Seandainya langsung  melapor, aksi pencurian itu bisa  saja terlacak. Sehingga, petugas yang malam itu menyebar di dua kelurahan, bisa menutup jalan  yang akan dilewati pelaku.

Ia mengaku, Kelurahan Wonoasih tidak dipantau, lantaran di nilai  aman. Mugi beserta anggota yang  lain berpatroli di Kelurahan Kareng  Lor dan Sumber Wetan yang masuk  daftar rawan.  “Kami fokus di dua kelurahan itu.  Sebab selain daerah itu rawan, jika  ada curanmor, pasti melintas di  sana. Coba langsung laporan, petugas  bisa langsung merapat ke sekitar lokasi dan menutup jalan atau menapal kuda,” katanya. (radar)

Incoming search terms:

  • pencurian sapi d prob