Browse By

Bea Cukai Bakar 2,3 Juta Rokok Ilegal

Bea Cukai saat membakar jutaan batang rokok

Hanya Satu Kasus yang Disanksi Pidana

BANGIL – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Pasuruan, memusnahkan 2.339.435 batang rokok ilegal, kemarin (4/10). Rokok-rokok yang dimusnahkan itu merupakan hasil operasi  sepanjang Januari-September.

Kerugian negara akibat beredarnya rokok tanpa cukai itu  mencapai Rp 1 miliar lebih.  Dalam pemusnahan kemarin, para undangan sempat terkejut. Penyebabnya, rokok-rokok yang akan dimusnahkan itu meleduk saat dibakar.  Insiden meledaknya rokok-  rokok tersebut, terjadi sesaat  setelah petugas Bea dan Cukai menuangkan bensin jenis pertalite ke ribuan rokok yang  dibakar secara simbolis.

Kepala KPPBC Pasuruan, Bier  Budy Kismulyanto yang memimpin pemusnahan rokok- rokok ilegal. Bier–sapaan akrabnya–didampingi pejabat Bea dan Cukai Jatim, perwakilan Pemkab Pasuruan, Polres Pasuruan, serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan.

Loading...

Begitu tumpukan rokok  dibakar, Duuummpppp….!!!  Terdengar ledakan yang membuat kaget undangan. “Mungkin karena terlalu panas. Untungnya tidak sampai ada apa-apa,” terang Bier pada koran ini. Menurut Bier, pemusnahan  rokok-rokok ilegal itu dilakukan setelah pihaknya melakukan pengajuan dan disetujui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara  Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pemusnahan itupun bukan  tanpa alasan. Sebab, keberadaan rokok ilegal tersebut membahayakan.  Selain itu, rokok-rokok tersebut  sudah tak lagi memiliki nilai ekonomis. “Kami sudah mendapatkan persetujuan dari Dirjen  Kemenkeu,” katanya.

Jutaan batang rokok itu menurut Bier, merupakan hasil operasi pasar  yang dilakukan selama 9 bulan  terakhir.  Bier Budy menjelaskan, pengamanan jutaan batang rokok  ilegal tersebut, merupakan hasil  dari 25 kegiatan penindakan selama 2017 ini.

Dari 25 kasus tersebut, sebagian mendapatkan sanksi teguran, sanksi denda, hingga ada yang sampai sanksi pidana. Sanksi pidana yang dijeratkan, baru satu kasus. Pelakunya pun sudah divonis bersalah dan dihukum 1,2 tahun  penjara.

“Sanksi denda paling banyak. Pengenaan sanksi denda itu di pengaruhi kesalahan administrasi. Seperti pencatatan yang  ada kesalahan. Sedangkan untuk  sanksi pidana baru satu di tahun ini. Kami menemukan pelaku  yang hendak mengedarkan rokok tanpa cukai di wilayah Rembang,”  urainya.

Jumlah kegiatan penindakan yang dilakukan tahun ini menurut Bier, memang lebih tinggi di  banding tahun sebelumnya. Tahun lalu, baru ada 12 kegiatan penindakan yang dilakukan. Dimana, dua kasus di antaranya  berujung pada vonis pelaku.

Dikatakan Bier Budy, pengawasan dan penindakan terhadap  peredaran rokok ilegal tersebut  akan terus dilakukan. Sebab, dampak peredaran rokok ilegal  tersebut sangat merugikan. Bukan hanya merugikan pendapatan negara, tetapi juga merugikan konsumen dari sisi kesehatan.  “Bisa jadi kan, campuran tembakaunya dari afkiran pabrik. Jelas hal itu membahayakan,”  pungkasnya. (radar)