Browse By

Bejat! Dalih Dendam, Kakek Ini Tega Gagahi Bocah 9 Tahun

Tersangka SM, saat berada di kantor polisi.

LECES – NM alias SM, 53, kakek-kakek asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, tega menggagahi NF, bocah SD yang berusia 9 tahun, yang merupakan  tetangganya sendiri. Polisi akhirnya menciduk tersangka pada Minggu (1/10) dini hari. SM pun langsung dikeler tim  gabungan Buser dan unit PPA Polres Probolinggo.

Data yang dihimpun Jawa Pos  Radar Bromo menyebutkan,  peristiwa itu dilakukan tersangka pada Jumat (30/9) lalu, sekitar  pukul 14.30. Aksi bejat kakek satu  cucu ini, dilakukan di rumah kakek korban. Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan,  peristiwa ini terungkap setelah korban yang didampingi orang  tuanya, melapor ke unit PPA, Sabtu  (31/9).

Dari informasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti.  Setelah memiliki alat bukti yang cukup, polisi menangkap tersangka  di rumahnya. “Kurang dari 24 jam kami lakukan penyelidikan, langsung  mengamankan tersang ka di rumahnya,” kata AKP Riyanto pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (2/9).

Kasatreskrim menjelaskan, saat diinterogasi, SM pun mengakui perbuatannya. Aksi itu dilakukan tersangka, saat melihat korban NF tengah bermain  di halaman rumahnya. Kebetulan, rumah korban dan tersangka hanya berjarak 20 meter.

Loading...

Tersangka kemudian memanggil NF dan memberikannya permen. Nah, saat itulah, tersangka  mengajak NF ke rumah BH, yang tak lain adalah kakek korban.  Pelaku mengajak korban ke rumah  kakeknya, karena di rumah itu  tak ada orang.

NF kemudian ditidurkan di sofa ruang tamu. Saat  itulah, SM melampiaskan nafsu  binatangnya. Tersangka juga mengancam memukuli korban jika  menceritakan kejadian ini. Pada polisi, tersangka berdalih menggagahi korban karena sakit hati pada ibu NF.

“Tersangka menyetubuhi korban karena dendam pada ibu korban.  Dimana, beberapa bulan sebelumnya, tersangka dan ibu korban sempat bertengkar. Nah, ternyata  tersangka SM ini dendam,” ungkapnya.

Perbuatan bejat tersangka terngkap, ketika malam harinya, korban trauma dan ketakutan.  Korban selalu menutupi wajahnya. Orang tua korban yang curiga, lantas  menanyakan hal ini pada putri  tercintanya. Akhirnya, NF mengakui  peristiwa yang di alaminya.

Sementara itu, SM pada Jawa  Pos Radar Bromo mengatakan, ia sakit hati karena sempat bertengkar dengan ibu korban NF  sekitar 5 bulan lalu. (radar)