Browse By

Terkendala Medan, Proyek Air Bersih Terhambat

Warga di Lumbang mendorong gerobak berisikan air bersih yang diambil dari sumber. Untuk mengatasi kekeringan disana, pemkab kini mengandalkan proyek pipanisasi.

BANGIL – Pembangunan jaringan pipa untuk penyediaan air bersih di beberapa lokasi di Kabupaten Pasuruan berpacu dengan waktu. Pasalnya, Pemkab hanya memiliki waktu tiga bulan agar proyek tersebut dirampungkan.

Sejauh ini, pelaksanaan pembangunan jaringan pipa tersebut tak banyak mengalami kendala. Hanya masalah medan, yang menjadi kendala bagi pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan. Kepala Bidang Pengembangan  Air Bersih dan Air Limbah Lingkungan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ichwan Adi menyebutkan, proses pembangunan pipanisasi di beberapa lokasi yang ada  di Kabupaten Pasuruan terus  berjalan.

Sejauh ini, sebagian besar sudah dirampungkan. Karena baru menyisakan sekitar   40 persen pekerjaan. Ia menambahkan, pembangunan jaringan pipanisasi itu terus dipacu. Hal ini untuk mengejar  waktu yang tersedia. Karena batas pelaksanaan pekerjaan, Desember 2017.

“Sekarang sudah terselesaikan sekitar 60 persen. Kami terus mendorong agar pelaksana mempercepat proses pembangunan pipanisasi itu,” tukas dia. Ia menegaskan, hampir tak ada masalah dalam pelaksanaan pembangunan pipa tersebut.

Loading...

Hanya masalah medan yang membuat sedikit ganjalan. Maklum, pelaksanaan jaringan pipa itu, cenderung berada di medan yang sulit dilalui.  Selain itu, beberapa pekerjaan memang baru dimulai. Sehingga progresnya masih terbilang  rendah.

“Selain medan yang sulit, beberapa pekerjaan pipanisasi itu memang baru rampung ditenderkan.  Sehingga beberapa diantaranya  baru dimulai,” imbuh dia.  Dikatakan Ichwan, program  air bersih tahun ini disiapkan dana hingga Rp 15,9 miliar. Dana  itu bersumber dari APBD 2017 senilai Rp 12,1 miliar.

Sementara,  sisanya senilai Rp 3,8 miliar di sokong dari pemerintah pusat, melalui anggaran DAK.  Program penyediaan air bersih  itu sendiri, dilakukan dengan dua  kegiatan. Selain pipanisasi, juga  akan dilakukan pengeboran. Tak kurang ada 40 titik sasaran yang akan direalisasikan.

Rinciannya, 34 titik akan direalisasikan  melalui anggaran pemkab. Sementara, enam titik lainnya, melalui DAK. Hal itu tidak termasuk pipanisasi Lumbang, yang  digarap pemerintah pusat.  Program penyediaan air bersih  tersebut, digulirkan untuk sejumlah daerah yang rentan terjadi ke keringan. Mulai Pasrepan, Puspo, Kejayan dan sejumlah daerah lainnya. Harapannya, persoalan krisis air di Kabupaten Pasuruan  bisa teratasi. (radar)