Browse By

Bejat! Ketua RT “Kerjai” Bocah

SH saat berada di kantor polisi. Sebelum diamankan polisi, ia meminta perlindungan tokoh masyarakat karena takut dimassa.

Korban Merupakan ABK

BANGIL – Apa yang dilakukan  SH, 55, warga Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan ini sungguh keterlaluan. Usianya  yang sudah kepala lima, tak membuatnya mawas diri. Pria yang juga menjabat ketua RT ini  tega “mengerjai” Bunga, 13, bocah tamatan SD.

Yang membuat  miris, korban merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kedok tersangka terkuak, setelah istrinya yang cemburu mengadu ke keluarga korban. Keluarga korban yang mendengar pengaduan istri pelaku, langsung menginterogasi korban. Karena itu,  aksi jahat pelaku terbongkar. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, perlakuan bejat pelaku terjadi Mei 2017 lalu. Korban sering  bertandang ke rumah SH. Pasalnya, korban selama ini  menjadi pengasuh untuk cucu  tersangka. Korban dan pelaku  juga bertetangga. 

Loading...

“Di dalam rumah tersangka itu, korban sering joget-joget ketika dengarkan lagu dangdut. Dari situ dimungkinkan tumbuh hasrat pelaku untuk menyetubuhi korban,” ungkap Daniel Effendi, wakil ketua Lembaga Perlindungan  Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan  yang mendampingi korban. 

Aksi jahat itu pun dilancarkan ketika kondisi rumah korban  tengah sepi. Dengan bujuk rayu tersangka, korban mulanya digerayangi. Setelah itu, pelaku lantas “mengerjai” korban. Sejatinya, pelaku sudah tiga kali ini berusaha “mengerjai”  korban. Namun, usaha pertama   dan kedua gagal, lantaran pelaku tak bisa ereksi.

“Pengakuan tersangka, ia tiga kali melakukannya. Tapi hanya  sekali yang berhasil. Karena yang  pertama dan kedua gagal ereksi,  karena takut ketahuan orang,”  ceritanya.

Tipu daya pelaku berjalan mulus, setelah korban sering diberi uang oleh pelaku. Korban pun tak menceritakan perbuatannya kepada siapapun. Namun, sebusuk-busuknya bangkai, baunya lambat laun akan tercium juga. Begitupula dengan apa yang dilakukan tersangka.

Kedok tersangka akhirnya terkuak, setelah Rasiti, istrinya,  menaruh curiga. Korban sering menoleh ke rumah pelaku saat hendak berangkat mengaji. Mulanya, istri pelaku biasa-biasa saja. Namun, lama kelamaan dia  curiga. Lebih-lebih, ia sering melihat pelaku memberi uang  kepada korban.

Dari situlah, istri pelaku mengadukan korban yang tamatan SD itu ke keluarganya. Atas aduan itu, korban kemudian diinterogasi oleh keluarganya. Hingga akhirnya korban mengaku  telah diperlakukan tak pantas  oleh pelaku.  “Setelah didedes oleh keluarganya, korban akhirnya mengaku kalau sering digerayangi pelaku,” tambahnya.

Mendengar pengakuan korban, keluarga besarnya murka. Pelaku yang mendengar jika kedoknya terbongkar, ketakutan. Ia meminta perlindungan pada tokoh masyarakat desa setempat  pada Kamis (28/9) malam lalu. Hingga kemudian, pelaku diamankan anggota Polsek Pasrepan, Jumat (29/9) dini hari.

Kemarin (30/9), tersangka diserahkan ke Mapolres Pasuruan.  Kepada koran ini, tersangka tak menampik perbuatannya itu. Ia  mengaku khilaf. “Saya rasanya  dirasuki setan,” sesalnya. Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Tinton Yudha Riambodo  mengaku masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Sebab, ia masih baru menerima laporan itu. “Kami masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan,” katanya. (radar)