Browse By

Kakek Kendat di Kebun Bambu

Petugas Polsek Grati mengamankan tali yang dipakai Sunoto untuk bunuh diri.

GRATI – Keheningan di Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, siang kemarin (27/9) tiba-tiba pecah. Itu setelah,  ditemukan warga setempat yang gantung diri di  sebuah pohon bambu RT 01/ RW VI di Lingkungan  Parasan.

Lelaki nahas yang nekat gantung diri itu diketahui  bernama Sunoto, kakek-kakek yang sudah berusia  66 tahun. Ia ditemukan sudah membujur kaku  tergantung sekitar pukul 11.00.  Yang menemukan jenazahnya pertama kali adalah  Machmudah, anak Sunoto.

Ia curiga lantaran  Sunoto yang baru pulang dari berkebun sekitar pukul 10.30, tiba-tiba kembali keluar dengan membawa seutas tali tambang, tak kunjung  kembali.  Saat pulang itu, Sunoto sempat mengatakan kepada  keluarganya hendak kembali ke kebun.

“Ia beralasan  mau mengikat setumpuk rumput yang didapatnya,”  ujar AKP Suyitno, Kapolsek Grati.  Nah, mendapati sang ayah tak kunjung kembali selang 30 menit kemudian, Machmudah pun  berniat menyusul sang ayah ke kebun.

Loading...

Betapa  terkejutnya ia, melihat ayahnya sudah dalam  kondisi leher tergantung di dahan pohon bambu dari kejauhan. “Anak korban awalnya melihat dari jauh. Karena kaget, ia lantas memanggil cucu dan keponakan  korban serta meminta pertolongan warga lainnya,”  jelas Suyitno.

Korban selanjutnya dievakuasi dan langsung  dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Sejumlah petugas sempat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi. Hasilnya, petugas mengamankan seutas tali  tambang berwarna biru yang digunakan oleh  korban.

“Hasil keterangan dari pihak keluarga,  korban mengalami depresi. Atas kejadian  itu,  keluarga korban juga menerimanya dengan ikhlas. Keluarga sudah merelakan kepergian korban  sebagai musibah,” urai Suyitno. Lantaran itu pula, polisi pun tak melakukan visum etrepertum atas jenazah korban.

Suyitno menyebut, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap korban. Hasilnya, tak ada satupun luka yang menandakan  kekerasan fisik dialami oleh korban. Luka yang ditemukan hanya pada bagian leher akibat tekanan tali tambang saat kendat.

“Keluarga korban kami buatkan surat pernyataan, pada prinsipnya keluarga korban sudah menerimanya sebagai musibah dan tidak akan  menuntut permasalahan secara hukum,” tandasnya. (radar)