Browse By

Abrasi, Pantai Duta Butuh Breakwater

Pengelola Pantai Duta, Desa Randutatah Abd. Azis berada di Pantai Duta, kemarin. Sejak dua tahun terakhir pantai ini terkikis sekitar 6 meter.

PAITON – Salah satu daya tarik  wisata Pantai Duta di Desa  Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, hamparan pasirnya yang luas dan alami.  Namun, pengelola pantai ini mulai resah karena sedikit demi  sedikit hamparan pasir itu makin  sempit dikikis air laut.

Pengelola Pantai Duta Abd. Azis mengaku, pihaknya sudah berupaya mengatasi masalah  ini dengan penghijauan. Yakni, dengan menanam cemara laut  dan mangrove. Tapi, sejauh ini belum banyak membantu. “Ramainya pengunjung karena tertarik dengan objek wisata yang alami. Namun, penyelamatan  lingkungan di pantai ini, terutama  di bagian timur masih kurang.  Sehingga, terjadi abrasi,”  ujarnya.

Azis mengatakan, pantai ini butuh breakwater atau pemecah  gelombang untuk menahan pasir  yang semakin lama makin berkurang. Terutama, di pantai  bagian timur. Katanya, selama  2 tahun terakhir ini pantainya berkurang sekitar 6 meter.

“Kami berharap penghijauan terus  ditingkatkan dan dibangun breakwater. Sekitar 6 hektare lahan penghijauan gagal karena abrasi dan dirusak kambing  warga. Sudah 6 kali kami tanam,” ujarnya.  Di samping itu, Pantai Duta  terus berbenah. Baik dengan  menggunakan dana CSR maupun  Pemkab Probolinggo. Di  antaranya, ada rumah kelompok  atau perpustakaan dan wooden deck. Ada juga kantin, gazebo,  dan MCK. Semua itu masih terus  digarap. 

Loading...

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dispora Parbud)  Kabupaten Probolinggo Sidiq  Widjanarko mengatakan, Pantai  Duta memang menjadi prioritas  pengembangan wisata di wilayahtimur Kota Kraksaan. Karenanya,  sejumlah fasilitas wisata ini terus  dilengkapi.

“Perlahan terus kami kembangkan. Tinggal pengurusan lahan  akses masuk yang masih  milik swasta,” ujarnya. Soal breakwater, Sidiq mengatakan awalnya ada rencana membangun pemecah gelombang. Tapi, ditangguh kan dan didahulukan membangun anjungan. 

Terkait penghijauan di sisi timur  pantai, menurutnya harus bekerja  sama dan dilakukan secara terpadu dengan dinas terkait.  “Kami satu tim. Alokasi anggaran penghijauan ikut DLH (Dinas  Lingkungan Hidup) yang  membangun pihak PU. Setelah menjadi wilayah kawasan objek  wisata, nanti masuk kami,”  ujarnya. (radar)