Browse By

Enggan Bersosialisasi dengan Keluarga Istri

Ilustrasi

KEJAYAN – Sebagai menantu yang numpang tinggal di rumah mertua, tentu  harus berbaur dengan anggota keluarga  lainnya. Tapi, prinsip itu tidak dipegang oleh Tole (nama samaran), 28, warga Kecamatan
Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Setiap hari, ia  seolah-olah hanya numpang tidur. Berangkat  pagi, pulang larut malam. Minthul (juga nama samaran), 28, istrinya, sejatinya sudah menasehati Tole agar sering berada  di rumah setelah pekerjaannya  selesai. Bukan keluyuran gak jelas.

“Tapi bilangnya gak kerasan di rumah saya. Jadi, dia pilih pulang pas waktu tidur. Kemudian paginya berangkat kerja lagi,” ungkapnya. Tole maupun Minthul sendiri  memang belum mampu tinggal  di rumah sendiri. Sekalipun hanya  ngontrak. Pasalnya, pekerjaan  Tole hanyalah buruh pabrik.

Pendapatannya pun pas-pasan. Sehingga, mereka masih tinggal di rumah orang tua Minthul. Karena pendapatannya yang pas-pasan itu, jatah untuk kebutuhan dapur memang seadanya. Hal itu yang membuat mertuanya sering cerewet dan mengeluh kepada Tole.

Loading...

“Memang  sih, gak semua gaji Tole dikasih saya. Karena saya tahu Tole juga butuh untuk dirinya sendiri. Tapi,  hal itu yang gak diterima sama ibu saya,” ungkapnya. Bahkan Minthul sejatinya menyesal pernah mengungkapkan   besaran gaji Tole seutuhnya kepada sang ibu.

Minthul keceplosan, karena tak terima sang ibu  sering menghina suaminya karena  bergaji kecil. Setelah tahu besaran  gaji menantunya, Ibu Minthul  minta tambahan uang dapur.  “Tole tidak bisa memberi semua gajinya. Karena ia juga ada tanggungan sekolah adik dan biaya  orang tuanya. Apalagi Tole juga butuh pegangan duit sendiri,”  jelas Minthul.

Namun, hal ini  tidak diterima ibu Minthul. Apalagi ketika sang ibu butuh uang  untuk belanja, bahkan untuk  arisan.  Keluhan itu pula yang membuat Tole makin tak kerasan. Jika pulang dari pabrik, Tole memilih   keluyuran. Tujuannya, agar Tole bisa langsung tidur dan tidak ketemu dengan anggota keluarga Minthul lainnya.

Tole sempat Minthul agar mau pindah ke rumah orangtuanya.  “Tapi saya yang gak mau, soalnya  gak cocok juga sama mertua,” akunya.

Akibatnya, hubungan  Tole dan keluarga Minthul makin  renggang. Termasuk saat ada hajatan, Tole malah sama sekali tak membantu. Ia tetap pulang larut malam. Peristiwa terakhir ini, malah membuat perseteruan memuncak.  Ini lantaran keluarga besar Minthul menganggap Tole bukan  menantu yang baik dan jadi bahan olok-olokan.

Tole akhirnya makin gak betah dan tidak pernah pulang lagi ke rumah. Tole kemudian  memutuskan menceraikan istrinya. (radar)