Browse By

Eksekusi 8 Bidang Tol Gempol-Pasuruan

Aksi warga di Sungiwetan yang memprotes eksekusi kemarin, namun diredam aparat terkait.

POHJENTREK-Pembebasan lahan terdampak untuk pembangunan Tol Gempol- Pasuruan (Gempas) terus dilakukan.  Kemarin (26/9), Kementerian PU dan  Penataan Ruang (PUPR) melakukan eksekusi 8 bidang berupa tanah yang tersebar  di Kecamatan Pohjentrek, Rembang dan  Kraton.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Gempas, Yulianto Puguh Setyawan  mengatakan, 8 bidang yang dieksekusi itu milik 6 warga. Rinciannya, 1 bidang  di Desa Pekoren, Kecamatan Rembang;  1 bidang di Desa Curahdukuh, Kecamatan  Kraton; Dua bidang di Desa Sungiwetan serta 4 bidang di Desa Parasrejo Kecamatan Pohjentrek.

Ia menjelaskan, eksekusi bidang tersebut  dilakukan lantaran warga tidak bersedia menyerahkan obyek terdampak secara  sukarela. Karena itu Kementerian PU PR  sempat menitipkan uang ganti rugi ke  pengadilan negeri Bangil. Namun, sampai  14 hari, tidak ada satupun warga yang  mengajukan keberatan.

“Sudah kami musyawarahkan dengan  warga, namun warga menolak. Dan sampai  batas waktu keberatan, mereka juga tetap  tidak bersedia. Makanya kami eksekusi,”  katanya.

Loading...

Kegiatan eksekusi sendiri sempat di warnai kericuhan. Ada salah seorang warga  terdampak di Desa Sungiwetan, sempat menghalangi proses eksekusi. Warga tersebut  berkilah belum menerima uang ganti rugi dari Kementerian PUPR.

“Namun, petugas keamanan langsung mengamankannya. Dan kami langsung meminta ia agar ke PN bangil jika merasa  keberatan,” terang staf Kementerian PUPR,  Felix Napitupul. (radar)