Browse By

Masuk Zona Merah, 2 Sekolah Disidak

Petugas Satreskoba menggeledah tas milik siswa dalam sidak yang digelar Satreskoba Polres Pasuruan Kota dan Dinas Pendidikan Kebudayaan di salah satu SMP, kemarin.

PASURUAN – Peredaran obat-obatan PCC di Kota Pasuruan  terus disorot. Tak hanya melakukan sidak ke sejumlah apotek  besar yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Kemarin (25/9) pagi, Satreskoba Polres Pasuruan Kota serta Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan juga menyisir dua sekolah menengah pertama negeri (SMP) di Kota Pasuruan.

Kasatreskoba Polres Pasuruan Kota AKP ML Tadu menguraikan  bahwa keberadaan dua sekolah  tersebut selama ini memang menjadi sorotannya. Pasalnya, berdasarkan catatannya, dua sekolah yang disidak, memiliki signifikansi yang cukup tinggi dalam peredaran narkoba di tingkat pelajar.

“Memang dalam catatan kami, dua sekolah ini menjadi sorotan dalam peredaran narkoba di tingkat pelajar. Beberapa kasus yang pernah kami tangani, berawal dari peredaran yang terjadi di dua sekolah tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa  sidak yang dimulai pukul 09.00  itu dilakukan sebagai upaya antisipatif dan preventif terhadap  peredaran narkoba yang menjadikan pelajar sebagai korban. Pemeriksaan dilakukan dengan menggeledah tas masing-masing siswa.

Loading...

Namun, pemeriksaan yang dilakukan terhadap ratusan siswa itu tak ditemukan  sebutir pun obat-obatan. Baik  jenis PCC maupun obat keras  jenis lainnya. Begitu pula saat sidak bergeser ke sekolah lainnya. Petugas juga memeriksa isi tas ratusan siswa di  dua kelas.

“Maraknya peredaran narkoba di tingkat pelajar sudah semestinya diperangi secara bersama-sama. Bukan hanya  aparat kepolisian, tapi juga berbagai pihak lain harus turut andil dalam hal ini. Maka dari itu, kegiatan semacam ini akan terus kami lakukan,” papar Tadu.

Sementara itu, maraknya peredaran narkoba di tingkat pelajar  juga menjadi perhatian serius Pemkot Pasuruan. Selain menggandeng aparat kepolisian dalam upaya preventif, Pemkot Pasuruan kini juga tengah dalam pembahasan terkait dengan kebijakan tentang pemberantasan narkoba.

Hal itu diungkapkan Supriyadi, kabid Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan yang turut dalam  sidak kemarin. Ia menjelaskan bahwa peredaran narkoba di  tingkat pelajar saat ini sudah  cukup memprihatinkan.

“Berdasarkan data yang kami peroleh pada tahun 2016 kemarin. Dari sebanyak 30 kasus narkoba, 50 persennya ialah pelajar. Kondisi itu sudah sangat memprihatinkan, anak-anak kita sebagai generasi penerus sudah disusupi  dengan kejahatan peredaran narkoba yang merusak masa depannya,” jelas Supriyadi.

Oleh karena itu, pihaknya kini  telah melakukan perumusan kebijakan tentang pemberantasan narkoba. “Kami masih menyusun drafnya. Memang sudah ada dua kali pembahasan yang  dilakukan. Dalam hal ini kami  akan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dan berbagai  elemen masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supriyadi menyebut, bahwa rumusan kebijakan itu akan diusulkan menjadi Peraturan Wali Kota (Perwali). “Dalam dua pertemuan  yang telah dilakukan, ada tanggapan positif dari Wali Kota. Karena pemberantasan narkoba juga menjadi komitmen Pemkot Pasuruan. Saat ini, kami masih  menginventarisir dan menyusun  konsepnya agar lebih matang,” jelasnya. (radar)