Browse By

Guru TK Jadi Korban Jambret di Pajarakan

Laila (kiri) bersama temannya Ummah mengurus sejumlah persyaratan untuk membuat SIM baru, kemarin.

KRAKSAAN – Nahas dialami seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) asal Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Laila Chumaidah. Sabtu (23/9) sore, guru sebuah TK di Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, itu jadi korban  jambret ketika melintas di jalan Dusun Kapasan, Desa Pajarakan  Kulon, Kecamatan Pajarakan.

Akibatnya, korban mengaku  mengalami kerugian sekitar Rp  3,5 juta. Kerugian itu berasal sejumlah barang yang tersimpan dalam dompetnya dan dibawa kabur pelaku. Di antaranya, uang  sekitar Rp 300 ribu, handphone,  Surat Izin Mengemudi (SIM), dan kartu Anjungan Tunai  Mandiri (ATM).

Penjambretan itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dari utara bersama anaknya.  Sesampai di lokasi, mendadak pelaku yang juga mengendarai sepeda motor mempet dan  menjambret dompet korban.

Laila mengatakan, saat itu bersama  anaknya hendak membeli sesuatu  di kawasan Pesantren Zainul Hasan Genggong. Dia membonceng anaknya di depan yang sambil memegang  dompet miliknya. Ternyata, dompet  yang dipegang si kecil itu menarik  perhatian pelaku. “Total kerugian sekitar Rp 3,5 juta,” ujarnya saat ditemui di salah satu studio radio di  Kecamatan Kraksaan, kemarin.

Loading...

Syukur, kata Laila, saat pelaku menarik dompetnya, dirinya tidak sampai terjatuh. Karena kondisi jalan sepi, tidak ada pengendara lain yang membantu mengejar pelaku. Laila sempat mengejar, tapi tidak berhasil.  “Saya tidak memperhatikan ciri-ciri pelaku. Tapi, pelaku lari ke  selatan, ngebut,” ujar ibu dua anak itu.

Laila mengaku, sudah  melaporkan kejadian ini ke Polsek  Pajarakan.  Terpisah, Kapolsek Pajarakan  AKP Kukuh membenarkan adanya penjambretan itu. “Masih kami  selidiki kejadian jambret yang terjadi Sabtu malam Minggu lalu,”  ujarnya, kemarin. (radar)