Browse By

Tangis Haru Sambut Jamaah Haji

Tangis haru jamaah disambut keluarga di wisata religi miniatur Kakbah kemarin.

GENDING – Jamaah dari Kota Pasuruan dan  Kabupaten Probolinggo tiba ke  tanah air, kemarin (24/9). Tangis haru menyambut kedatangan ribuan  jamaah tersebut.

Di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 792 jamaah haji pulang dan  tiba dengan selamat. Rombongan  keluarga jamaah haji datang menyambut kedatangan para jamaah  haji di tempat wisata religi miniatur  Kakbah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, sekitar pukul 06.00, rombongan jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo  tiba. Namun, ribuan rombongan keluarga jamaah haji sudah sejak Sabtu petang (23/9) menunggu kedatangan jamaah haji tersebut.

Saat bus sudah masuk dalam areal wisata religi, keluarga jamaah yang sudah berada di dalam langsung menyerbu menunggu di pintu bus masing- masing. Jamaah haji yang keluar dari bus, langsung disambut dengan haru penuh kebahagiaan.

Loading...

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Santoso mengatakan, jumlah jamaah haji yang berangkat ke tanah suci Mekkah awalnya ada 795  orang. Dari sebanyak itu, ada 2  jamaah haji yang meninggal. Yakni jamaah asal Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Bantaran. Ditambah, ada jamaah haji yang dirawat di rumah sakit  Madinah sebanyak 1 orang. Dia  adalah jamaah haji asal Desa  Suko, Kecamatan Maron.

”Semoga saja, jamaah haji yang sakit dan masih di rawat di sana  (Madinah) bisa segera sembuh  dan bisa pulang dengan selamat,”  katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo kemarin.  Di sisi lain, dalam penjemputan kemarin, banyak cara rombongan keluarga jamaah haji  untuk bisa masuk ke dalam miniatur Kakbah Gending, saat  menjemput jamaah haji.

Bahkan,  kemarin petugas menemukan kartu masuk jemput jamaah  haji yang diduga dipalsukan alias di-scanning. Alhasil, petugas pun melarang dua orang  perwakilan keluarga jamaah  haji tersebut masuk ke dalam.  Aswin, keluarga jamaah haji asal Leces mengaku, dirinya  terkejut saat petugas menyebutkan kartu yang dimiliki dirinya  itu palsu alias duplikat sendiri.  Padahal, dirinya sendiri yang  datang ke kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo untuk mengambil kartu masuk menjemput jamaah haji tersebut yang  berlaku untuk dua orang.

”Saya tidak pernah menggandakan kartu itu. saya sendiri yang ambil kartu itu di kantor Kemenag,” katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo kemarin.  Kapolsek Gending AKP Sunaryo saat dikonfirmasi mengata kan, petugas penjaga pintu masuk bagi keluarga yang hendak menjemput memang menemukan sejumlah kartu masuk menjemput yang diduga palsu. Itu dilihat dari warna dan bentuk  kertas serta stempel yang ada di kertas tersebut. diduga, itu  sengaja digandakan dengan  cara scanning supaya bisa masuk ke dalam.

”Hanya dilakukan pembinaan  dengan tidak mempersilahkan  masuk ke dalam. Karena yang berhak masuk menjemput itu  dua orang perwakilan saja,” terangnya.

Di Kota Pasuruan, kedatangan  jamaah haji juga disambut dengan isak tangis bahagia, Minggu (24/9) dini hari. Sebanyak 445  jamaah haji yang diberangkatkan  Kemenag Kota Pasuruan dan  sejumlah KBIH di Kota Pasuruan sebulan yang lalu itu tiba  pada pukul 01.00.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag  Kota Pasuruan, M Ismail mengungkapkan, kepulangan jamaah  haji itu terbilang lebih awal dari yang semula diperkirakan. “Prediksi kami pesawat landing  di Bandara Sabtu malam, pukul  20.46. Ternyata take off-nya lebih awal, pesawat rombongan sampai di Bandara pukul 20.16,”  terangnya.

Sesampainya di Bandara Juanda Surabaya, seluruh jamaah haji kemudian bertolak ke asrama haji Sukolilo. Ismail mengatakan, proses pemulangan saat  di Bandara itu membutuhkan  waktu yang cukup lama. Yakni mencapai lebih kurang empat jam. (radar)