Browse By

Pembantu Digendam, Rumah Sekretaris Dispendik Dibobol

Suasana di rumah Sentot di Gang Arjuna, Desa Kedungdalem, Dringu kemarin.

HP  dan Laptop Melayang

DRINGU – Sekretaris Dinas Pendidikan,  Sentot, ketiban apes. Sabtu (23/9) lalu rumahnya yang berlokasi di Gang Arjuna, Desa  Kedungdalem, Kecamatan Dringu, dibobol  pelaku kejahatan.  Modusnya, pelaku yang diduga  memiliki ilmu gendam, berhasil   memperdayai asisten rumah tangga (ART)-nya. Akibatnya, Sentot kehilangan dua unit laptop dan sebuah handphone (HP).

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo,  peristiwa itu terjadi saat rumah  sedang sepi. Sabtu pagi, rumah Sentot memang sepi. Hampir  semua penghuninya keluar. Di  rumah hanya ada Sayutik, ART yang sudah beberapa tahun ini  bekerja di rumah Sentot.  

”Saya kemarin (Sabtu, Red) ada  rapat dan kegiatan di Kraksaan berangkat pagi. Saya sudah ingatkan pada pembatu saya. Hati-hati, kunci gerbang rumah karena tidak ada orang,” kata Sentot  saat ditemui di rumahnya, kemarin (24/9).

Loading...

Sementara sang istri, sedang sedang dinas mengajar. Hingga kemudian sekitar pukul 10.00, datang seorang pelaku. Pakaiannya batik dan memakai lencana Korpri. Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat putih. Saat itu, pelaku langsung menyapa dan pada ART-nya  sedang sendirian.  

Pelaku lalu berpura-pura sebagai orang suruhannya. Untuk  meyakinkan Sayutik, pelaku  lalu berpura-pura lagi sedang berbicara dengan Sentot via telepon. Sehingga, ART itupun membukakan pintu gerbang rumah. Pelaku itupun menyampaikan pada ART disuruh mengambil  laptop sambil memukul pundak  ART tersebut.

Tanpa disadar, ART itupun mengikuti perintah pelaku tersebut. Awalnya, ART itu mengambil satu unit laptop di kamar Sentot.  Tiba-tiba, pelaku menyampaikan satu laptop lagi mana? Sehingga, dua unit laptop pun  diambil dan dibawa kabur oleh  pelaku.

”Pelaku juga mengambil  HP anak saya yang ada di kursi. Total kerugian berkisar Rp 12  juta,” terangnya. Tidak lama setelah pelaku pergi, dikatakan Sentot, pembantu rumahnya pun tersadar. Kemudian, Sayutik baru menyadari dirinya menjadi korban gendam dan langsung periksa isi rumah.  Ternyata, dua unit laptop dan HP dibawa kabur oleh pelaku.

”Pembantu rumah saya menghubungi istri saya langsung setelah tahu jadi korban gendam,” ujarnya. Usai kejadian, Sentot mengaku  langsung membuat laporan ke  polisi. Walau hanya belasan juta, di laptop tersebut banyak  dokumen yang sangat penting  bagi Sentot. Dia pun berharap  peristiwa ini bisa terungkap.

Sementara itu, Kapolsek AKP Suparmin belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, tak kunjung aktif. Begitupula SMS yang dikirim, belum  ada jawaban. (radar)