Browse By

Suami Dipaksa Kawin Lagi

Ilustrasi

PURWOSARI – Memiliki buah hati memang menjadi dambaan setiap pasangan yang baru menikah. Namun, jika sampai 7 tahun tak  kunjung mendapat keturunan, akhirnya  membikin rumah tangga goyah. Inilah yang terjadi pada rumah tangga Tole  (nama samaran), 36 dan Minthul (juga nama samaran), 35, warga Purwosari, Kabupaten  Pasuruan. Karena Minthul tidak kunjung  hamil, mertuanya pun menyuruh anak  laki-lakinya kawin lagi.

Jelas saja Minthul sangat sakit hati. Baginya, anak adalah rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Jika Tuhan belum memberi, dirinya tak akan punya anak.  “Tapi, bagi mertua, tidak punya  anak itu adalah salah saya. Saya  enggak kuat, akhirnya minggat  dan minta cerai saja,” ungkap  Minthul lesu.

Minthul mengatakan, dia dan Tole sudah melakukan segala  daya upaya sejak awal menikah agar segera punya momongan. Sudah banyak dokter dan pengobatan alternatif yang didatangi. Namun, memang belum  ada yang membuahkan hasil.

Karena lama tak dikaruniai anak,  Tole dan Minthul akhirnya fokus pada pekerjaan. Mereka sama- sama karyawan perusahaan  swasta yang bekerja dari pagi  sampai menjelang malam. Bahkan, jika akhir minggu atau akhir  bulan, mereka sering lembur.

Loading...

“Ya, karena selama ini belum dikaruniai momongan, kami  berdua lebih fokus ke pekerjaan.  Dan, memang enggak pernah ada masalah sebenarnya. Bahkan, rezeki kami bagus,” ungkapnya. Karena itu, setelah 2 tahun menikah, mereka sudah bisa menempati rumah yang mereka  cicil sendiri.

Memang kebahagiaan belum lengkap tanpa kehadiran buah hati. Namun, karena  dianggap baru menikah, mereka  tak terlalu memusingkan.  Tahun demi tahun berlalu,  akhirnya sindiran dari teman kerja, tetangga, dan keluarga besar mulai datang. Ini, membuat kuping Minthul panas.

Minthul  sering dituduh jadi biang kerok  karena dinilai lebih memilih karir dan enggan punya anak. “Bahkan, mertua sering minta saya berhenti kerja saja. Biar enggak capek dan bisa punya anak,” terangnya.

Tentu saja Minthul menolak  mentah-mentah permintaan itu. Kalau berhenti kerja, cicilan rumah dan kendaraan tidak akan  terbayar. Karena itu, mereka  memilih berobat sambil jalan. Namun, mertua tidak berpendapat begitu. Mertua menyuruh Tole menikah lagi agar segera memiliki keturunan. Apalagi,  usia Minthul yang sudah pertengahan 35, dinilai makin sulit memiliki anak.

Yang membuat Minthul makin  sakit hati, ternyata Tole lama-lama terpengaruh juga. Dia bahkan meminta izin kepada Minthul untuk menikah lagi. “Katanya dia pengen segera punya anak dan ikut-ikutan menyalahkan saya karena enggak  bisa hamil. Gak tahan lagi terus  bertengkar, saya minggat dan akhirnya memilih cerai ke Pengadilan Agama Bangil,” pungkasnya. (radar)