Browse By

Protes Anak Gadisnya Tomboy

Ilustrasi

KADEMANGAN – Selama 15 tahun membina rumah tangga, pasangan Tole (nama samaran), 45 dan Minthul (juga nama  samaran), 35, sudah dikaruniai 3 orang anak.  Namun, hal itu masih membuat Tole tak puas. Alasannya, ia belum mendapatkan anak laki-laki.   Namun, yang menjadi persoalan, istrinya kini tak boleh hamil lagi.

“Kata dokter, istri  saya tidak bisa melahirkan secara normal.  Jadi harus Caesar. Nah, batas Caesar adalah  tiga anak,” terangnya. Padahal, Tole ngebet banget punya anak laki-laki. “Anak saya perempuan semua,” imbuhnya kemudian.

Tole pun pasrah karena tak lagi punya peluang punya anak lagi. Bagaimana kalau menikah  lagi, siapa tahu punya anak?  Pertanyaan tersebut terngiang-ngiang di kepalanya. Namun,  angan-angan itu langsung menguap begitu saja. Jangankan menikah lagi, untuk bersitegang  dengan Minthul saja, ia malas.

Karena itulah, Tole akhirnya mendidik anak bungsunya yang masih  berusia 12 tahun dengan cara laki- laki. “Saya pengen punya jagoan. Anak saya yang terakhir ini akhirnya kayak laki-laki,” katanya sambil terkekeh. Ya, semenjak usia 5  tahun, anak bungsunya ini akrab  dengan aktivitas maskulin. Mulai dari berlatih silat, memanah, sampai sepak bola.

Loading...

Semuanya dilatih oleh Tole. Maklum,  selama ini Tole juga menggeluti  tiga bidang olahraga tersebut. Meski tiga bidang olahraga itu  sudah tidak asing lagi bagi perempuan, tetap saja belum semua perempuan yang mau melakukannya. Berbeda dengan anak  bungsu Tole dan Minthul ini.  Akhirnya, ia tumbuh menjadi perempuan yang “berotot”.

“Kepalan tinjunya itu kalau kena dada, bisa bikin pingsan,” ujar Tole tertawa. Pernah, si anak terlibat masalah dengan teman laki- lakinya. “Ya dihajar sampai berdarah-darah. Gara-gara itu juga, saya dipanggil sekolah. Karena ini  anak sering buat ulah,” katanya.

Jika Tole menganggap biasa,  lain halnya dengan Minthul. Sebagai ibu, ia tidak ingin anaknya punya masalah dengan orang lain. “Saya sudah ingatkan sejak awal, jangan diajarkan kayak laki-laki. Tapi, alasannya saat itu, mau memberikan bekal agar tak lemah saat dikerjai anak  laki-laki,” kata Minthul menirukan perkataan suaminya.

Belakangan, anak bungsunya  yang parasnya lebih cantik dari kakak-kakaknya ini, justru lebih  mirip laki-laki. “Ya, seperti itu jadinya. Memang sih, dia pernah  melindungi kakaknya saat digoda laki-laki. Waktu itu ada pria  yang menggoda kakaknya waktu di mal. Ya, habis dihajar sama si bungsu,” terangnya.

Karena sudah terbiasa dengan aktivitas laki-laki, Tole dan Minthul akhirnya susah untuk mengubah karakternya. “Selama ini  sudah dicoba, tapi susah. Malah kalau dipaksa, dia ngelawan.  Kata guru-gurunya harus pelan- pelan. Ya, mudah-mudahan  saja dia kembali jadi perempuan seperti kakak-kakaknya,” ujar Minthul penuh harap. (radar)